Nasional

Megawati Kembali Ingin Pensiun

Redaktur: Nurhayat
Megawati Kembali Ingin Pensiun - Nasional

ARAHAN- Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri hadir membuka sekolah calon anggota legislatif PDI Perjuangan angkatan III dan penutupan kader fungsional, di Kantor DPP PDI Perjuangan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (15/11). FOTO: CHARLIE LOPULUA/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri nampaknya mulai jenuh berpolitik. Pasalnya, anak dari Presiden Soekarno itu mulai sering mengungkapkan ingin pensiun dari posisi orang nomor satu di partai berlambang banteng moncong putih. Hal tersebut kembali disampaikannya saat membuka sekolah calon anggota legislatif tingkat DPR di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (15/11).

Megawati juga sebelumnya pernah mengucapkan hal serupa pada HUT ke-17 Banteng Muda Indonesia di Jalan Ciganjur, Menteng, Jakarta Pusat pada 30 Februari 2018 silam. Megawati diketahui menjabat sebagai Ketum PDI sejak tahun 1993. Kursinya sempat digoyang lewat Kongres Luar Biasa PDI tahun 1996 yang menetapkan Soerjadi sebagai Ketum PDIP.

Tak menerima hasil itu, PDI di bawah kepemimpinan Megawati berubah nama menjadi PDI Perjuangan. Sejak saat itu, kursi Megawati tidak pernah goyah hingga saat ini.

Megawati mengatakan, alasannya ingin pensiun karena sudah cukup lama menjadi Ketum PDIP. ”Memang saya kalau dilihat, perjalanan politik sudah cukup lama. Saya ketum parpol paling senior sekian lama belum diganti-ganti, padahal saya sudah lama berharap diganti,” ujar Megawati.

Di sisi lain, Megawati curhat soal tugas tambahan yang diberikan Presiden Jokowi Widodo, yakni sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Ideologi Pancasila. Ia mengaku, heran masih dipercaya memimpin meski usainya sudah beranjak tua. ”Padahal umur saya sudah 70 plus. Tapi hari ini malah ditambahi tugas ideologi Pancasila,” pungkasnya.

Tak hanya soal keinginan pensiun dan tugas dari Jokowi, Megawati juga curhat soal minimnya partisipasi perempuan dalam dunia politik. Hal itu membuat dirinya merasa kesepian ketika berpolitik. ”Jadi makin hari makin kesal pada diri saya sendiri apa salahnya dengan saya dan perempuan Indonesia. Kenapa mereka ini tidak mau menjadi tokoh politik seperti saya,” imbuhnya.

Lebih dari itu, Megawati mengaku, sejak muda tidak pernah menyangka bisa menjadi tokoh nasional, termasuk bisa menjadi presiden.

Ketua DPP PDIP, Hendrawan Supratikno mengatakan, ucapan Megawati dimaknai oleh pengurus pusat PDIP sebagai upaya mendorong regenerasi internal PDIP. Bukan sekali dua kali Megawati bicara soal rencana pensiun itu. ”Seingat saya beberapa kali Ketum menyampaikan hal yang sama. Pernyataan tersebut dipahami kader sebagai upaya untuk memotivasi kader bekerja dan berkontribusi lebih besar kepada partai,” kata Hendrawan saat dikonfirmasi, kemarin.

”Pernyataan tersebut dimaknai sebagai upaya mendorong proses regenerasi yang wajar, yang alami, dan mengingatkan kader bahwa segala sesuatu ada masanya. Ada waktunya di mana regenerasi adalah keniscayaan sejarah,” sambungnya.

Disinggung siapa penerus 'tahta' Megawati di kemudian hari jika sang ketua umum mengundurkan diri? Hendrawan mengatakan, elite PDIP tak mau berspekulasi lebih jauh soal itu. Tapi trah Sukarno masih dianggap sebagai perekat pemersatu partai.

”Bagi kami, Bu Mega dan trah Sukarno berperan sebagai unsur pemersatu, perekat kebersamaan. Sedang jajaran pengurus adalah organ dinamis dengan berbagai kompetensi untuk menjawab berbagai tantangan yang muncul,” paparnya. (aen)

Berita Terkait


Baca Juga !.