Senin, 10 Desember 2018 10:44 WIB

Headline

Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi, Polisi: Korban Dibunuh Bergiliran

Redaktur: Darul Fatah

TERUNGKAP: Wakapolda Metro Jaya Brigjen Wahyu Hadiningrat didampingi Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (16/11/2018). Yudha Krastawan

INDOPOS.CO.ID - Polisi mengungkapkan kronologi terjadinya kasus pembunuhan empat orang korban yang diduga dilakukan oleh Haris Simamora di Bekasi, Jawa Barat. Dalam kronologi itu, Haris diduga menghabisi nyawa satu keluarga itu secara bergiliran. 

Kasus ini menewaskan Diperum Nainggolan, 38 dan isterinya, Maya Ambarita, 37, serta kedua anaknya yang masih berumur 7 tahun dan 9 tahun. 

"Berdasarkan otopsi, yang dibunuh pertama suaminya kemudian istrinya yang merupakan sepupunya sendiri," kata Wakapolda Metro Jaya Brigjen Wahyu Hadiningrat dalam konferensi pers di kantornya, Jumat (16/11/2018). 

Setelah kedua korban dibunuh, lantas Haris juga menghabisi nyawa kedua anak korban yang masih bocah. Keduanya dibunuh setelah memergoki pelaku sedang membunuh kedua orang tuanya. "Setelah bangun tidur, kemudian anaknya juga (dibunuh)," lanjut Wahyu. 

Diperum Nainggolan dan Maya Ambarita dibunuh oleh pelaku di ruang tamu rumahnya. Keduanya dibunuh dengan menggunakan sebuah linggis milik korban yang akhirnya dibuang oleh pelaku di Kalimalang, Jakarta Timur. 

"Hasil olah TKP, yang dibunuh oleh pelaku dengan linggis adalah sepasang suami isteri itu, tapi anaknya tidak dibunuh dengan linggis," ungkap dia. 

Pembunuhan itu terjadi pada Senin (12/11/2018) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Semula, pelaku mendatangi rumah korban. Pelaku datang malam hari karena biasa bertamu di rumah korban. "Dia (pelaku) malam datang karena biasa bertamu, tidak mencongkel dan sebagainya," ucap Wahyu. 

Saat bertamu itulah, pelaku telah membuka berangkas korban yang berisi linggis. Nahas, saat itu korban sedang tertidur. Lantas, linggis itu pun kemudian digunakan oleh pelaku untuk membunuh kedua korban yakni, Diperum Nainggolan dan Maya Ambarita. 

"Berdasarkan keterangan yang ada dan hasil di lokasi, linggis itu ada dua (bentuk sudut), tajam dan timpul. Tajam bisa untuk menikam, tumpul untuk memukul. Bisa jadi dua-duanya itu digunakan untuk membunuh," tutur Wahyu.(ydh) 

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #pembunuhan-di-bekasi #polda-metro-jaya 

Berita Terkait

Puluhan Ribu Ekstasi Disita

Headline

Begini Cara Dapat Info SMS Pajak Kendaraan Bermotor

Jakarta Raya

IKLAN