Jakarta Raya

Waspadai 30 Titik Rawan Genangan

Redaktur: Purwoko
Waspadai 30 Titik Rawan Genangan - Jakarta Raya

BERSIAP-Pasukan gabungan siaga banjir yang terdiri dari TNI, Polri dan Pemprov DKI mengecek perahu karet saat apel siaga banjir di lapangan Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (16/11). Foto: Ismail Pohan/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Potensi banjir di Jakarta tinggi. Hal ini disebabkan sungai yang mengalirkan air dari hulu melintasi wilayah ibu kota. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan, potensi banjir di wilayah Jakarta disebabkan intensitas hujan yang menguyur wilayah hulu.

“Meskipun di Jakarta tidak hujan, kalau hujan mengguyur wilayah hulu dan tengah, maka potensi banjir di Jakarta besar,” ujar Anies di Jakarta, Jumat (16/11).

Anies menyebutkan, total ada 13 sungai yang melewati Jakarta. Air hujan dari hulu akan mengalir di sungai-sungai itu dan bisa meluap ke daerah-daerah di Jakarta apabila volume airnya melebihi kapasitas sungai.

Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta harus mewaspadai potensi banjir kiriman itu dan menanggulanginya. “Musim penghujan adalah musim di mana kita harus mewaspadai karena Jakarta memiliki 13 sungai alami yang melewati kotanya,” katanya.

Dalam catatan Pemprov DKI Jakarta, Anies menyebutkan ada 30 titik di mana di sana terjadi genangan secara reguler. Dari tahun ke tahun, tempat-tempat tersebut secara rutin berpotensi menghadapi banjir.Untuk itu Pemprov DKI Jakarta memastikan kebersihan saluran di titik titik genangan tersebut.

“Kalau bicara risiko, ada juga tempat-tempat yang tidak biasanya banjir pun bisa terjadi. Karena itu, tempat-tempat seperti itulah yang harus dipastikan kebersihan salurannya,” katanya.

Berdasarkan data dari Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, 30 titik rawan genangan dan banjir itu tersebar di lima wilayah kota. Empat titik berada di Jakarta Pusat, 13 titik di Jakarta Selatan, 4 titik di Jakarta Timur, 6 titik di Jakarta Barat, dan 3 titik berada di Jakarta Utara.

Titik-titik rawan genangan dan banjir tersebut sebagai berikut:

Jakarta Pusat (Depan RSAL Mintoharjo, Jalan Cempaka Putih Tengah 26, Jalan Industri, Jalan Angkasa, tepatnya di samping underpass), Jakarta Selatan (Jalan Haji Ipin, RW 01, 03, 07, 09, dan 10 Kelurahan Pondok Labu, RW 07 Kelurahan Pejaten Timur, Jalan Kemang Raya depan Kemchick, Jalan Kemang Utara IX depan pasar jagal, Jalan Iskandar Muda depan Gandaria City, Jalan MT Haryono di bawah jembatan layang Pancoran, Terowongan Stasiun Cawang di bawah Jalan MT Haryono, Kawasan Kelurahan Petogogan (Wijaya Timur Raya), Jalan Sultan Hasanudin kawasan Mabes Polri, Jalan Jenderal Gatot Subroto depan Balai Kartini, Jalan Jenderal Sudirman depan Universitas Atmajaya, Perempatan ITC Fatmawati).

Jakarta Timur (RW 02, 03, 10, 12 Kelurahan Cibubur, Komodor Halim Perdanakusuma, RW 03, 04, 12 Kelurahan Cipinang Melayu, RW 04, 05, 07, 08 Kelurahan Kampung Melayu), Jakarta Barat (Jalan Letjend S Parman depan Apartemen Slipi, Jalan Meruya Selatan di pertigaan pos polisi, Jalan Arjuna Selatan, Jalan Patra Raya, Jalan Letjend S Parman depan Universitas Trisakti, Jalan PTB Angke) dan Jakarta Utara (Jalan Boulevard Raya, Jalan Yos Sudarso, Jalan Gaya Motor Raya).

Untuk mengatasi titik-titik genangan tersebut Pemprov DKI bekerja sama dengan Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya untuk menanggulangi terjadinya banjir pada musim hujan. Polda Metro telah menyiapkan beberapa peralatan untuk menanggulangi banjir, seperti perahu karet dan alat-alat menyelam.

“Tadi kita lihat alat-alat yang disiapkan oleh Polda Metro Jaya. Ini menunjukkan pada masyarakat bahwa kita siap,” ucap Anies.

Sementara itu, jajaran Kepolisian Polda Metro Jaya mengantisipasinya dengan menurunkan 7.000 personel gabungan. 

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Idham Azis mengatakan, 7.000 personel gabungan disiagakan untuk menghadapi musim hujan di Jakarta yang diprediksi akan berlangsung hingga Maret 2018.

"Dalam rangka hadapi musim penghujan Polda Metro bersama Kodam, Pemda kami siapakan kurang lebih 7.000 pesonel. Kami siapkan untuk selalu siaga menghadapi musim penghujan," jelas Idham. 

Dia menambahkan, pihaknya telah membentuk satgas khusus di tingkat Polda Metro Jaya untuk menghadapi potensi banjir di ibu kota.

Selain itu, 13 satgas di tingkat Polres bersama Kodim dan Walikota pun dibentuk. Sehingga kalau misalnya terjadi (banjir) hanya sifatnya lokal ditangani sub satgas di Polres. (nas/ibl) 

Berita Terkait


Baca Juga !.