Jakarta Raya

Skybridge Tanah Abang Dilengkapi Smart toilet

Redaktur: Purwoko
Skybridge Tanah Abang Dilengkapi Smart toilet - Jakarta Raya

BERBAHAYA-Warga menerobos pembatas pagar skybridge di Jalan Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Foto: Ismail pohan/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Anggaran proyek pembangunan jembatan multiguna atau skybridge bakal ditambah. Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya Yoory C. Pinontoan. Menurutnya, itu disebabkan beberapa fasilitas tambahan yang dikerjakan di sana. Yoory menyebut, pembengkakan dari anggaran semula Rp 35,8 miliar itu belum dihitung.

"(Pembengkakannya) belum dihitung, nunggu kami hitung," ujar Yoory pada wartawan di Gedung Ombudsman RI, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (16/11. 

Yoory menjelaskan, pembengkakan anggaran itu tidak akan signifikan. Sarana Jaya akan mengefisiensi anggaran tersebut.

"Enggak banyaklah. Pasti kami juga kan mencari terobosan-terobosan supaya lebih efisien," kata dia.

Salah satu fasilitas tambahan yang dikerjakan di skybridge yakni pengadaan toilet. Pengadaan toilet itu merupakan permintaan PT Kereta Api Indonesia (KAI), mengingat warga yang bukan penumpang KRL tidak bisa menggunakan toilet di dalam Stasiun Tanah Abang.

"Supaya cepat pengadaan toiletnya, ada smarttoilet yang dipakai transjakarta yang produksi PT Inka. Itu bisa kami pakai, kami taruh di atas skybrodge," sambung Yoory.

Selain toilet, Yoory menyebutkan ada permintaan PT KAI untuk memindahkan beberapa lapak di skybridge agar tidak terlalu dekat dengan stasiun. Sebab, area itu harus steril untuk arus penumpang yang akan masuk Stasiun Tanah Abang.

"Mereka (KAI) kan minta begitu masuk ataupun keluar (stasiun), akses harus bersih pokoknya, itu langsung kami bongkar kiosnya, ada enam kios, kami pindahin ke sisi utara-selatan, masih ada ruang di sana," tutup dia.

Sementara itu, ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang tidak beruntung karena tak memperoleh lapak di skybridge, akan direlokasi ke Blok F Tanah Abang. 

Wakil Walikota Jakarta Pusat, Irwandi menuturkan, 204 pedagang kaki lima yang tidak mendapat lapak tetap mendapatkan perhatian dari pemprov.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat, ada 650 PKL berjualan di sepanjang trotoar dan badan Jalan Jatibaru Raya. Kendati demikian, hanya 446 PKL yang akan menempati lapak berukuran 1,5 x 2 meter di skybridge.

"Ada 650 pedagang yang sudah kami data bersama Ombudsman. Itu 446 akan ditempatkan di skybridge, sisanya di Blok F," kata Irwandi. 

Irwandi menambahkan, saat ini Pemprov DKI sedang melakukan pengundian untuk pedagang yang akan mendapatkan lapak di Blok F Tanah Abang.

"Di Blok F, kami sudah mulai lakukan pengundian untuk penempatan," kata dia. 

Pemindahan para PKL, sambungnya,  menunggu hasil evaluasi teknis skybridge yang dilakukan oleh PD Pembangunan Sarana Jaya.

"Yang ditanyakan kapan penempatan PKL untuk skybridge dan Blok F yang sekarang tercecer di trotoar dan jalan. Pemprov masih menunggu hasil evaluasi teknis dari PT KAI dan Sarana Jaya. Kami akan menempatkan pedagang kalau hasil evaluasi teknis selesai demi keamanan dan kenyamanan," kata dia. 

Sebelumnya, Ketua Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya Teguh P Nugroho memastikan pembangunan skybridge rampung pada 23 November. Kendati demikian, para pedagang kaki lima belum bisa memanfaatan fasilitas skybridge.

"Harus ada dulu perbaikan dan penyesuaian terkait dengan arus penumpang dan keamanan. Akan diselesaikan sampai akhir November 2018. Itu sudah termasuk simulasi bagaimana penunpang dari Stasiun Tanah Abang ke skybridge dan area lainnya," tutup Teguh. (ibl/nas) 

Berita Terkait

Megapolitan / Soal PKL, Jika Ada ASN Main, Dilaporkan

Jakarta Raya / Lusa, Skybridge Diresmikan

Jakarta Raya / Skybridge Tak Kunjung Rampung, Tanah Abang Masih Semrawut


Baca Juga !.