Senin, 10 Desember 2018 11:25 WIB

Ekonomi

Sektor Keuangan Indonesia Siap Hadapi Ancaman Krisis dan Perkembangan Industri 4.0

Redaktur: Redjo Prahananda

Rektor Perbanas Institute (kemeja putih) Prof. Hermanto Siregar. Dok Perbanas for indopos

INDOPOS.CO.ID - Kementerian Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sudah siap menghadapi krisis sektor perbankan.

Kepastian itu disampaikam Direktur Utama (Dirut) Bank Victoria Internasional, Ahmad Fajar dalam kuliah Umum (CEO FORUM) dengan tema “Strategi Bank Dalam Menghadapi Berbagai Ancaman Krisis dan Perkembangan Industri 4.0” di Kampus Perbanas Institute, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (17/11/2018).

“Saya melihat dari sisi negara OJK, BI, dan Kementerian Keuangan sekarang dengan pengalaman Ibu Sri Mulyani, Pak Wimboh dan sebagainya sudah sangat siap,” kata dia.

Lebih lanjut dia mengatakan dengan Undang-Undang tentang Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK) LPS juga sudah sangat siap. Meski Ahmad Fajar menilai, saat ini sektor perbankan tetap juga harus siap dari berbagai ancaman yang ada. Ancaman yang paling terlihat jelas adalah dari sisi likuiditas.

“Karena sekarang tren yang dihadapi perbankan menjelang akhir tahun perbankan harus siap dari sisi likuiditas. Karena ancaman dari sisi likuiditas nanti tiba-tiba terjadi ‘chaos, atau Amerika Serikat (AS) berbuat apa,” lanjutnya.

Dia memaparkan, perbankan indonesia bisa menjaga likuditas menimal sampai akhir tahun atau sampai pemilu. Jadi kalau nyari dana pihak ketiga deposito juga agak dipanjangi. “Misalnya sebulan harus dipajangkan tiga bulan atau 6 bulan demi menjaga likuiditas,” pungkas pria yang juga sebagai Humas di Perhimpunan Bank Nasional ini (Perbanas) itu.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Perbanas Institute Profesor Hermanto Siregar mengatakan bahwa kegiatan kuliah umum bermanfaat bagi mahasiswa Perbanas Institute. Kuliah umum tersebut diisi oleh para praktisi perbankan yang kompeten dan berpengalaman di industry perbankan nasional.

“Kegiatan kuliah umum ini untuk membekali para mahasiswa basic-nya, sehingga ketika sudah bekerja nanti bukan lagi baru start, namun sudah dapat mengimplementasikan,” jelas Hermanto.

Kegiatan Kuliah umum ini berlangsung dengan interaktif, dihadiri pula oleh Wakil Rektor Arus Akbar Silondae dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Hidayat Sofyan serta dosen, dan para mahasiswa Pascasarjana dab mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. (nel)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kementerian-keuangan #krisis-sektor-perbankan 

Berita Terkait

Pemerintah Luncurkan Beasiswa Santri

Nasional

Cegah Melemah, Transaksi Pakai Rupiah

Nasional

IKLAN