Politik

Ajak Kaum Milenial Awasi Pemilu

Redaktur: Purwoko
Ajak Kaum Milenial Awasi Pemilu - Politik

DISKUSI-Bawaslu DKI Jakarta bersama para pemantau pemilu dan organisasi kepemudaan melakukan diskusi, terkait peran milineal dan media sosial dalam pengawasan pemilu 2019, beberapa waktu lalu.Foto Iqbal/Indopos

INDOPOS.CO.ID - Keterlibatan masyarakat dalam memastikan pelaksanaan pemilu berlangsung sesuai dengan aturan, harus diapresiasi oleh penyelenggara pemilu khususnya Bawaslu DKI Jakarta sebagai lembaga yang memiliki tugas pencegahan, pengawasan dan penindakan pelanggaran terhadap pelaksanaan Pemilu 2019.

Untuk itu, Bawaslu DKI Jakarta bersama para pemantau pemilu dan organisasi kepemudaan melakukan diskusi terkait dengan peran milineal dan media sosial dalam pengawasan pemilu 2019, yang dihadiri oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Himpunan Mahasiswa PERSIS (HIMA PERSIS), Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa/Pelajar Indonesia (IKAMI), Kelompok NGO JPPR dan KIPP, bertempat di Voltaire Coffie, Jalan Matraman, Jakarta Timur, beberapa hari lalu.

Ketua Bawaslu DKI Jakarta Muhammad Jufri, menyampaikan keterlibatan kelompok NGO dan Organisasi kepemudaan dalam melakukan pemantau pemilu sangat diharapkan untuk memastikan pelaksanaan pemilu 2019 terbebas dari politik uang, politisasi SARA, ujaran kebencian dan Hoax. “Walaupun jajaran Bawaslu DKI Jakarta sudah menangani berbagai kasus dugaan pelanggaran pemilu yang mengarah ke dugaan tindak pidana pemilu, tapi kami tetap yakin bahwa keterlibatan banyak pihak dalam memantau pelaksanaan pemilu akan berdampak pada berkurangnya dugaan pelanggaran pemilu,” ujar Jufri.

Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu DKI Jakarta Burhanuddin, menyampaikan apresiasi kepada kelompok NGO dan Organisasi Kepemudaan atas kesukarelaannya untuk menjadi bagian dari pengawasan pemilu dengan terdaftarnya sebagai pemantau pemilu yang mendapat akreditasi dari Bawaslu RI. Para pemantau pemilu yang sudah terakreditasi dapat melakukan kerja-kerja pemantauan dengan melaporkan atau memberikan informasi tentang dugaan pelanggaran pemilu yang terjadi di Indonesia khususnya di wilayah DKI Jakarta.

Para pemantau pemilu yang tergolong kelompok Milenial ini, selain dapat melakukan pemantauan dilapangan, juga bisa dilakukan terhadap berbagai konten media sosial yang dianggap memenuhi unsur dugaan pelanggaran pemilu, seperti ujaran kebencian dan menghasut. "ujar" Burhanuddin

Sementara itu, Manager Pemantauan Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR) Alwan Ola Riantoby mengatakan, pemantau pemilu adalah bentuk kepedulian kaum milineal terhadap masa depan pemilu dan demokrasi di Indonesia, keterlibatan kaum milineal dalam pemantauan pemilu yang bersifat kesukarelaan diharapkan dapat mengikis stigma pragmatisme politik yang selama ini dialamatkan kepada kaum muda di Republik ini.

Kami ingin proses demokrasi yang sedang berlangsung di negeri ini tidak diwarnai dengan money politik, ujaran kebencian, isu SARA dan berita bohong yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa. " katanya.

Ketua Umum Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia DKI Jakarta (PMII) Daud "Gerung" Azhari, menyampaikan komitmennya untuk bersama-sama dengan pengawas pemilu ikut melakukan pemantauan terhadap tahapan pemilu yang sedang berlangsung, terutama dalam pelaksanaan kampanye dan pemungutan dan penghitungan suara.

Saya akan mengerahkan kader PMII Jakarta untuk memantau pelaksanaan pemilu, khususnya di TPS pada hari pemungutan suara untuk memastikan tidak adanya kecurangan yang terjadi dalam pemilu 2019, karena ini bagian tanggung jawab sosial dan moral kami sebagai kaum intelektual dan kaum pergerakan,” tandasnya. (ibl)

 

Baca Juga


Berita Terkait

Ekonomi / Stabilitas Harga Pangan Redam Gejolak Politik

Politik / Kivlan Zen Diperiksa Bareskrim Polri Rabu

Nasional / KPK Sebut Ada 685 Caleg Terpilih Telah Sampaikan LHKPN

Headline / Tim Hukum TKN Segera Konsultasi ke MK


Baca Juga !.