Megapolitan

Sambungan Pipa Air Bersih Rampung, PDAM Depok Minta Warga Segera Daftar

Redaktur: Heryanto
Sambungan Pipa Air Bersih Rampung, PDAM Depok Minta Warga Segera Daftar - Megapolitan

Manager Pemasaran PDAM Tirta Asasta, Imas Dyah Pitaloka. Foto: Choky/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta Depok meminta warga di Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Kota Depok, segera mendaftarkan diri sebagai konsumen air bersih.

Alasannya, pembangunan jaringan pipa air bersih ke wilayah itu telah rampung dikerjakan. Apalagi kebutuhan pasokan air bersih melalui sambungan rumah (SR) kerap diajukan warga ke Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut.

Manager Pemasaran PDAM Tirta Asasta Depok, Jawa Barat, Imas Dyah Pitaloka mengatakan, pelaksanaan pembangunan jaringan pipa air bersih ke wilayah tersebut merupakan bantuan kegiatan dari Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disrumkin) Kota Depok.

Kata dia, bantuan sambungan pipa tersebut diberikan instansi Pemkot Depok dikarenakan besarnya kebutuhan pasokan air bersih yang diajukan warga. Terlebih wilayah tersebut merupakan daerah dengan kepadatan penduduk yang cukup besar.

“Maka dari itu kami minta segera warga datang untuk mendaftarkan diri sebagai konsumen PDAM. Soalnya sambungan jaringan pipa sudah selesai dikerjakan. Agar kami cepat melakukan penyambungan ke rumah. Mengingat kebutuhan air bersih di situ sangat tinggi,” kata Dyah saat dikonfirmasi, Senin (19/11).

Saat ini pihaknya, lanjuut Dyah, telah membuka pendaftaran bagi konsumen baru. Persiapan pendaftaran dengan menyediakan formulir. Bahkan, sejumlah petugas pun dipersiapkan dalam mendata konsumen baru air bersih.

“Silahkan datang untuk mendaftarkan diri. Yang kami utamakan adalah warga Sukamaju Baru. Petugas kami sudah siap melayani pendaftaran baru,” ujar Imas.

Pembangunan hunian di lokasi tersebut meningkat, nilai dia, sehingga memicu kebutuhan akan air bersih pun tinggi. Mulai dari perumahan, pusat perbelanjaan, apartemen, hingga tempat wisata.

Apalagi, kata dia, lokasi tersebut merupakan kawasan dataran tinggi yang sangat sulit menemukan air tanah untuk dikonsumsi.

“Keinginan kami sambungan rumahan ini harus mencapai 500 jaringan. Jadi kemarau atau hujan, warga tidak kesulitan mencari air bersih. Namun yang baru mendaftar sekarang ini baru 20 warga,” paparnya. (cok)

 

 

Berita Terkait


Baca Juga !.