Kamis, 13 Desember 2018 06:40 WIB

Nasional

BIN Laporkan 41 Masjid Terpapar Radikalisme, DMI Sebut Bukan ke Masjidnya

Redaktur: Ali Rahman

Wakil Ketua DMI Komjen Pol. Syafruddin. Foto: Jaa Rizka Pradana/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Badan Intelijen Negara (BIN) beberapa waktu lalu melaporkan adanya 41 masjid di kementerian/lembaga negara yang terindikasi terpapar radikalisme.

Menanggapi itu, Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Komjen Pol. (Purn) Syafruddin menegaskan bahwa laporan tersebut bukan dimaksudkan pada masjidnya. Akan tetapi lebih tertuju pada kelompok maupun oknum-oknumnya.

"Saya rasa apa yang disampaikan oleh aparat, apapun yang disampaikan bahwa ada unsur-unsur kegiatan radikalisme tidak ditujukan kepada masjid, bukan masjid. Tapi orang-orang, individu atau kelompok," ucap Syafruddin di Masjid Cut Mutia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/11/2018).

Ia bahkan menjamin bahwa masjid-masjid yang ada di Indonesia bersih atau terbebas dari paham radikalisme. Menurutnya, masjid itu hanyalah sebuah benda mati.

Purnawiran Polri yang kini menjabat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi itu menegaskan, justru semua umat Islam harus menjaga kesucian masjid supaya menjadi pusat peradaban Islam.

Selain sebagai tempat beribadah, lanjutnya, masjid juga harus dijadikan tempat meningkatkan iman, tempat berukhuwah islamiyah berukhuwah watoniyah.

"Apapun, bukan hanya orang Islam saja, tapi kita bisa berhubungan secara baik, tapi tidak tendensius menuju bendanya masjidnya. Bukan itu yang dimaksud BIN. maksudnya itu orang-orangnya, itu bahasanya saja," pungkasnya. (jaa)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #41-masjid-di-kementerianlembaga-terpapar-radikalisme #badan-intelejen-negara-bin #dewan-masjid-indonesia #komjen-pol-syafruddin 

Berita Terkait

IKLAN