Nusantara

Pembebasan 25 Warga Indonesia di Perbatasan Indonesia-Malaysia

Redaktur: Juni Armanto
Pembebasan 25 Warga Indonesia di Perbatasan Indonesia-Malaysia - Nusantara

OPERASI-WNI yang sempat diamankan Tentara Malaysia di Entikong, Sanggau, Kalbar, Senin (19/11). Foto: PENDAM XII/TPR FOR RK/JPG

INDOPOS.CO.ID - Sebanyak 25 warga negara Indonesia (WNI) ditangkap Tentara Diraja Malaysia (TDM) di wilayah perbatasan di Pulau Kalimantan lantaran ketahuan melakukan kegiatan ilegal. Puluhan WNI itu sejatinya akan diserahkan ke polisi Malaysia, namun aparat TNI berhasil membebaskan mereka. Seperti apa negosiasi TNI tanpa baku tembak dengan TDM?

ENTIKONG, KALBAR

SENIN (19/11) siang, anggota TNI mendengar ada keributan di dekat patok batas negara D126, Indonesia-Malaysia di Pulau Kalimantan. Setelah dilihat ternyata ada satu tim Tentara Diraja Malaysia (TDM) mengamankan 25 warga negara Indonesia (WNI) karena informasinya mereka mengeluarkan barang secara ilegal dari Negeri Jiran.

Negosiasi pun dilakukan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Batalyon Infanteri (Yonif) 511/Dibyatara Yodha (DY) dan akhirnya berhasil membebaskan 25 warga perbatasan Indonesia yang nyaris berurusan dengan aparat keamanan Malaysia. Mereka sempat diamankan TDM Pos Tebedu, Serian wilayah Sarawak, Malaysia.

Puluhan warga Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar) itu ditangkap TDM lantaran kedapatan mengeluarkan barang-barang ilegal dari Malaysia melalui jalur tikus untuk diselundupkan ke Entikong, Kalbar.
Kapten Inf Royhan Asshiddiky, pasi intel Satgas Pamtas Yonif 511/DY menjelaskan, setelah dilakukan pengecekan bersama oleh anggota Satgas Pamtas dan TDM ditemukan 30 karung barang ilegal yang berisi ikan, sosis, daging serta bahan pangan lainnya yang dibawa para WNI ini. Pihak TDM rencananya akan membawa puluhan WNI tersebut untuk diproses lebih lanjut ke kantor mereka dan Bea Cukai Malaysia.

"Karena ini terkait warga negara kita, kami melakukan negosiasi dengan pihak TDM supaya para WNI itu tidak diproses lebih lanjut dan ditahan di sana (Malaysia, Red). Akhirnya disepakati, WNI ini diserahkan ke Satgas Pamtas, tapi barang bukti tetap ditahan oleh TDM," jelasnya kepada wartawan, Selasa (20/11).
Dengan kejadian ini, Royhan berharap tidak ada lagi warga yang ditangkap otoritas negara tetangga lantaran membawa barang ilegal di jalur tidak resmi.

Terpisah, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XII/Tanjungpura (Tpr) Kolonel Inf Aulia Fahmi Dalimunthe menambahkan, sebanyak 25 WNI tersebut merupakan warga perbatasan. "Ini salah satu upaya yang dilakukan Satgas Pamtas bisa membebaskan warga kita atas apa yang dilakukan warga kita di perbatasan," katanya melalui pesan WhatsApp, kemarin (20/11).

Aulia Fahmi menuturkan, berdasarkan laporan dari Komandan Satgas Pamtas Yonif 511/DY Letnan Kolonel (Letkol) Inf Jadi, kejadian bermula adanya laporan dari masyarakat bahwa ada aktivitas warga yang sedang memasukkan barang ilegal ke wilayah Indonesia melalui jalur kiri Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong. "Hal tersebut ditindaklanjuti Satgas Pamtas dengan melaksanakan pengecekan di sektor kiri dan kanan PLBN,” papar Kapendam.

Pengecekan pun dilakasanakan, sekitar pukul 11.40 WIB, di sektor kiri terdengar suara keributan dekat patok batas D-126. Anggota yang bertugas mendekati sumber suara tersebut. Ternyata benar didapatkan satu tim atau delapan personel TDM sedang mengamankan WNI. "Warga diamankan karena kedapatan membawa barang ilegal dari wilayah Malaysia," terang Aulia Fahmi.

Pihak TDM, kata dia, kala itu bersikeras untuk membawa puluhan WNI tersebut untuk diproses lebih lanjut ke Polis Diraja Malaysia (PDRM) dan Bea Cukai Malaysia. "Lalu, Pasi Intel Satgas Pamtas Yonif 511/DY Kapten Inf Royhan dengan berkoordinasi dengan pihak TDM Officer Commander Kem Tebedu Mejer Faiz. Upaya tersebut disepakati, 25 WNI yang telah diamankan TDM diserahkan kepada Satgas Pamtas. Sedangkan barang-barang ilegal diamankan oleh pihak TDM sebagai barang bukti," paparnya.

Selanjutnya, para WNI tersebut dibawa ke PLBN Entikong untuk diberikan penyuluhan. "Mereka diberikan penjelasan dan peringatan untuk tidak mengulangi kembali perbuatannya,” ucap Aulia Fahmi.
Dia menambahkan, TNI AD akan berkoordinasi dengan berbagai elemen agar dapat mencegah terjadinya kejahatan lintas batas negara dan memerangi perbuatan yang melanggar hukum di wilayah perbatasan darat tersebut. "Imbauan dan sosialisasi terhadap warga secara terus menerus dilaksanakan," ujar Aulia Fahmi. (amb/oxa/jpg)

TAGS

Berita Terkait

Megapolitan / Menjahit Asa Hidup ala Penjahit DPR Bukit Duri

Headline / Surga di Bawah Kabut


Baca Juga !.