Internasional

Perusahaan Inggris Berencana Tanam Microchip ke Pekerjanya

Redaktur: Ali Rahman
Perusahaan Inggris Berencana Tanam Microchip ke Pekerjanya - Internasional

Ilustrasi Microchip

INDOPOS.CO.ID - Rencana perusahaan Inggris menanamkan microchip pada staf mereka untuk meningkatkan keamanan dan efisiensi telah meningkatkan kekhawatiran di antara serikat pekerja. Dilansir dari The Independent beberapa waktu yang lalu, beberapa perusahaan hukum dan keuangan di Inggris dilaporkan mau memasang microchip ke pegawainya.

Microchip seukuran sebutir beras, biasanya ditanam di bawah kulit antara jempol dan telunjuk dan menggunakan teknologi identifikasi frekuensi radio (RFID). Teknologi ini memungkinkan menggunakannya sebagai kartu ID, bahkan tiket kereta api.

Tren ini telah menjadi populer di Swedia, di mana lebih dari 4.000 orang telah memasang chip di bawah kulit mereka selama lima tahun terakhir melalui sebuah perusahaan bernama Biohax.

Berbicara kepada Sunday Telegraph, Biohax sudah berdiskusi mengenai pemasangan microchip itu dengan perusahaan Inggris untuk menanam microchip tersebut pada para pekerjanya (Reuters)
Kemitraan dengan sistem kereta api nasional Swedia berarti orang-orang dapat menggunakan chip Biohax sebagai pengganti tiket kertas dan kartu kereta.

Berbicara kepada Sunday Telegraph, Biohax sudah berdiskusi mengenai pemasangan microchip itu dengan perusahaan Inggris untuk menanam microchip tersebut pada para pekerjanya. "Perusahaan-perusahaan ini memiliki dokumen yang sensitif," kata Pendiri Biohax, Jowan Österlund.

"Microchip subdermal akan memungkinkan mereka untuk mengatur batasan untuk siapa pun," ujarnya.

Sebagai tanggapan, Confederation of British Industry (CBI) dan Trades Union Congress (TUC) keduanya memperingatkan implikasi pelanggaran privasi dari teknologi tersebut.

"Sementara teknologi mengubah cara kita bekerja, ini jelas membuat tidak nyaman," kata juru bicara CBI kepada The Guardian. "Perusahaan harus berkonsentrasi pada prioritas yang lebih mendesak dan fokus untuk melibatkan karyawan mereka," tegasnya.

Seorang juru bicara TUC menambahkan, mereka tahu para pekerja sudah khawatir beberapa perusahaan menggunakan teknologi untuk mengendalikan dan mengelola microchip yang berarti mengurangi hak staf mereka untuk mendapatkan privasi. Microchip akan memberikan bos lebih banyak kekuatan dan kontrol atas pekerja mereka.

Para pendukung teknologi mengklaim chip ini meningkatkan efisiensi dalam banyak aspek kehidupan mereka, karena mereka memungkinkan transaksi tanpa cela di pos pemeriksaan keamanan dan terminal perjalanan. (ina/jpc)

Berita Terkait

Internasional / Perusahaan Inggris Akan Wajibkan Karyawannya Ditanami Microchip

Internasional / Perusahaan Inggris Akan Wajibkan Karyawannya Ditanami Microchip

Jakarta Raya / Dipasangi Microchip, Anjing Hilang Bisa Kembali


Baca Juga !.