Internasional

Raja Salman Tetap Bela Anaknya

Redaktur: Indra Bonaparte
Raja Salman Tetap Bela Anaknya - Internasional

PEMBELA – Meskipun ayahnya tetap memuji putranya sebagai pewaris tahta kerajaan. Namun puluhan pangeran siap melengserkannya begitu Raja Salman mangkat. (FOTO : BANDAR AL-JALOUD)

INDOPOS.CO.ID – Penguasa Kerajaan Arab Saudi Raja Salman bin Abdulaziz, 82, untuk pertama kalinya berpidato di hadapan Dewan Syura Kerajaan sejak kasus pembunuhan keji wartawan senior Jamal Khashoggi mencuat. Dalam pidatonya itu, Salman memuji upaya lembaga penegak hukum kerajaannya, meski tidak menyebut kasus Khashoggi secara langsung.

“Lembaga telah melakukan tugas mereka dalam upaya menegakkan keadilan,” kata Raja Salman didampingi putra mahkota yang sedang menjadi sorotan dunia, seperti dilansir Aljazeera, Senin (19/11).
Pernyataan Salman itu merupakan reaksi atas penangkapan disusul penahanan, dan persidangan di pengadilan Saudi terhadap 21 tersangka pelaku pembunuhan. Diantaranya 15 eksekutor di lapangan, dan dua orang bangsawan Saudi, yakni Saud Al Qahtani yang mantan penasihat bidang media Pangeran MBS, dan mantan Konjen Saudi untuk Istanbul Mohammad Al Otaibi. Pengadilan diduga hendak memutus hubungan antara eksekutor di lapangan dengan Putra Mahkota Kerajaan Pangeran Mohammed bin Salman alias MBS.

Jaksa penuntut umum pekan lalu membebaskan MBS atas dugaan keterlibatannya dalam pembunuhan itu. Namun Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) malah menyimpulkan MBS terlibat, bahkan menyuruh pembunuhan itu. Kesimpulan itu berdasarkan rekaman penyadapan hubungan telepon antara MBS dengan kakaknya yang bernama Pangeran Khalid bin Salman. CIA juga mengantongi bukti tambahan, yakni rekaman penyadapan telepon dari salah seorang eksekutor bernama Maher Abdulaziz Mutreb yang menelpon Saud Al Qahtani untuk melaporkan misinya usai mengeksekusi Khashoggi

”Kerajaan ini didirikan dengan prinsip-prinsip keadilan dan kesetaraan Islam, dan kami bangga dengan upaya peradilan dan penuntutan publik untuk mengawal bangsa ini dan memikul tanggung jawab. Kami memastikan bahwa negara ini tidak akan pernah mengingkari kewajiban untuk memenuhi syariah Islam,” kata Raja Salman, dilansir dari Koreaherald.com, Selasa (20/11).

Dalam kesempatan itu, Salman justru memuji-muji anaknya, Pangeran MBS khususnya pada program reformasi ekonomi yang digagas MBS yang bertujuan menciptakan lapangan kerja bagi para pemuda. Bahkan Raja Salman menekankan bahwa semua perubahan yang diterapkan di bawah perintah Pangeran MBS tetap dilanjutkan. Pernyataan itu memberi pertanda tidak ada masalah terkait dengan perombakan yang sedang dilakukan putranya itu.

Mengomentari pidato Raja Salman, Direktur Pusat Penelitian dan Kebijakan Arab Marwan Kaballan mengatakan, Raja Salman tampaknya secara tidak langsung menyebutkan kasus Khashoggi dalam pidatonya. ”Saya pikir dia ingin seluruh dunia tahu bahwa dia percaya putranya tidak terlibat dalam pembunuhan tersebut. Itu jelas dalam dua aspek yakni ekonomi, ketika dia berbicara tentang sektor swasta yang mengacu pada visi 2030 dari MBS, dan ketika dia mengakhiri pidatonya dengan berbicara tentang kepercayaannya pada sistem peradilan,” terang Kaballan.

Terancam

Meski Raja Salman tetap membela anaknya, namun posisi Pangeran MBS sebagai Putra Mahkota Kerajaan bisa dikatakan ”terancam.” Pasalnya, sejumlah anggota keluarga kerajaan resah dan berupaya mencegah MBS untuk menjadi Raja Saudi berikutnya. Dilansir dari Reuters, Selasa, (20/11), ada tiga sumber anonim yang dekat dengan istana kerajaan Saudi yang membocorkan masalah itu. Sumber tersebut mengatakan bahwa puluhan pangeran dan sepupu dari cabang-cabang kuat dari keluarga Al Saud (The House of Saud) ingin melihat perubahan dalam garis suksesi kerajaan. Namun mereka tidak akan bertindak selama Raja Salman masih hidup. Para anggota keluarga kerajaan yang resah itu mengakui bahwa raja tidak mungkin berbalik melawan MBS yang merupakan putra kesayangannya itu.

Sebaliknya, masih kata sumber yang sama, mereka mendiskusikan kemungkinan dengan anggota keluarga lain bahwa setelah kematian raja, Pangeran Ahmed bin Abdulaziz yang berusia 76 tahun, yang adalah adik laki-laki Raja Salman dan paman MBS, berpotensi mengambil alih tahta.

Sumber Saudi yang dikutip Reuters itu menyebut bahwa Pangeran Ahmed sendiri adalah satu-satunya saudara laki-laki Raja Salman yang masih hidup. Dia berpotensi mendapat dukungan dari anggota keluarga, aparat keamanan, dan kekuatan Barat. Sumber yang sama mengatakan bahwa Pangeran Ahmed adalah salah satu dari tiga orang anggota Dewan Kesetiaan Negara, yang terdiri dari anggota senior keluarga yang berkuasa, yang menentang MBS menjadi putra mahkota. Baik Pangeran Ahmed maupun wakilnya tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar. Pejabat di Riyadh tidak segera menanggapi permintaan dari Reuters untuk mengomentari masalah suksesi ini.

Tidak seperti monarki di Eropa pada umumnya, tidak ada suksesi otomatis dari ayah ke putra sulung di Arab Saudi. Sebaliknya, tradisi mereka untuk menentukan raja adalah dengan berembuk antar anggota keluarga senior dari masing-masing cabang untuk memilih ahli waris yang mereka anggap paling sesuai untuk memimpin.

Pejabat senior AS bahkan telah mengindikasikan kepada penasehat Saudi dalam beberapa pekan terakhir bahwa mereka akan mendukung Pangeran Ahmed, seperti disebutkan sumber Saudi yang mengetahui langsung tentang konsultasi tersebut. Pangeran Ahmed sendiri telah menjadi deputi menteri dalam negeri selama hampir 40 tahun. (ina/jpc/mel/rmol/jpg)

 

Berita Terkait

Internasional / Pembunuh Khashoggi Dituntut Hukuman Mati

Internasional / Pangeran MBS Kirim 11 Pesan

Internasional / 5 Pembunuh Khashoggi Dituntut Mati

Internasional / Khashoggi Sempat Mohon Singkirkan Plastik dari Kepalanya


Baca Juga !.