Internasional

Penembakan Brutal di Dua Kota AS, 5 Orang Tewas

Redaktur: Indra Bonaparte
Penembakan Brutal di Dua Kota AS, 5 Orang Tewas - Internasional

BERSIAGA – Puluhan polisi berjaga-jaga sekaligus menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di depan dan di dalam RS Mercy Universitas Chicago setelah ”aksi koboy” pelaku di rumah sakit terse but. (FOTO:JOSHUA LOTT / AFP)

INDOPOS.CO.ID – Belum genap sebulan terjadi aksi penembakan di sebuah bar di Kota Pittsburg Pennsylvania Amerika Serikat (AS) yang menewaskan 13 orang. Kini penembakan brutal terjadi lagi di kota secara bersamaan. Pertama penembakan brutal terjadi di sebuah rumah sakit di kota Chicago, dan di pusat kota Denver negara bagian Colorado AS.

Aksi penembakan brutal itu terjadi di RS Mercy Universitas Chicago, kota Chicago, Chicago, Illinois pada Senin sore (19/11) sekitar pukul 15.00 waktu setempat. Ironisnya, kejadian itu justru menjelang Thanksgiving Day atau Hari Pengucapan Syukur yang jatuh pada Kamis besok (22/11). Dalam kejadian itu, diketahui ada empat korban meninggal dunia termasuk pelaku. Sedangkan tiga korban yang meninggal akibat ditembaki pelaku terdiri dari seorang wanita yang merupakan dokter spesialis di Unit Gawat Darurat (UGD) di rumah sakit tersebut. Korban tewas lainnya, seorang wanita yang bekerja apoteker, dan seorang perwira polisi bernama Samuel Jimenez.

Pelaku sendiri akhirnya tewas di lokasi kejadian setelah terlibat baku tembak dengan polisi. Namun belum bisa dipastikan apakah pelaku tewas akibat tembakan polisi, atau pelaku bunuh diri setelah tahu posisinya sudah terkepung.

Pelaku sendiri diketahui bernama Juan Lopez, 32, yang menembak mati dokter Tamara O’Neal yang merupakan tunangan dari Juan Lopez. Inspektur Kepolisian Chicago Eddi Johnson menduga Lopez sakit hati karena diputus cinta oleh Tamara.”Jadi saat teman dokter ingin melerai, pelaku mengangkat kausnya dan menarik pistol,” Johnson sebagaimana dikutip Reuters.

Johnson juga mengatakan salah seorang anggotanya lolos dari maut setelah tembakan yang dibidikkan pelaku hanya menghantam pistol anggota polisi itu. Namun Johnson memastikan kalau seluruh pasien di rumah sakit itu selamat dan tidak terdampak peristiwa mengerikan tersebut. ”Pelaku melakukan penembakan secara acak di dalam rumah sakit,” ujar Johnson.

James Gray, salah seorang saksi, melihat O’Neal jatuh pada tembakan pertama. Namun, pelaku penembak justru mendekat dan memicu pelatuk tiga kali. Saat polisi mendekat, pria bersenjata itu masuk ke dalam rumah sakit dan memulai serangan membabi buta. Akibatnya, apoteker Dayna Less, 25, yang baru membuka lift langsung tertembak mati. Samuel Jimenez, seorang polisi berusia 28 tahun yang ikut melakukan pengejaran, juga meninggal. ’’Terima kasih tak cukup untuk memuji keberanian petugas Samuel Jimenez,’’ ujar Kepala UGD Patrick Connor, sebagaimana dikutip BBC.


Secara terpisah, Pejabat Informasi Publik Chicago Larry Merritt mengatakan FBI sedang membantu polisi dan pemerintah setempat untuk mengusut tuntas kasus itu. Saksi mata bernama Steven White mengatakan kepada CNN, bahwa dirinya berada di ruang gawat darurat ketika tersangka mulai melepaskan tembakan. ”Beberapa tembakan terdengar. Kami semua langsung lari ke jendela darurat. Benar-benar menyedihkan,” ungkapnya.

Saksi lainnya, Sue Jimenez seperti dilansir Reuters mengatakan dirinya mendengar beberapa tembakan dalam jeda waktu beberapa detik. Menurutnya, tembakan pertama dilepaskan pelaku di parkiran rumah sakit, setelah jeda sebentar disusul lima tembakan beruntun. ”Bunyi tembakan baru berhenti ketika polisi datang,” ungkap Jimenez yang manajer took sepeda tak jauh dari rumah sakit itu.

Wali Kota Chicago Rahm Emanuel, seperti dilansir CNN.com mengatakan tersangka diketahui masih dalam pertalian darah dengan salah satu korban. ”Chicago kehilangan seorang dokter, seorang asisten farmasi, dan seorang polisi. Mereka semua menjalani hari-hari mereka, mereka semua melakukan pekerjaan yang mereka cintai. Air mata ini ada pada jiwa kota kita. Inilah wajah dan konsekuensi kejahatan,” kata Emanuel.

Masih di hari yang sama, pusat kota Denver, Colorado AS juga terjadi penembakan brutal. Dalam kejadian itu, pelaku yang masih diburu polisi telah menembak mati satu orang, dan melukai tiga orang lainnya. Polisi Denver sendiri menepis spekulasi yang menyebut peristiwa ini terkait dengan aksi penembakan brutal di Chicago. ”Kami belum mengetahui apakah pelaku ini kemungkinan lebih dari satu orang,” kata juru bicara Kepolisian Denver, Doug Schepman seperti dilansir Reuters. Ia menambahkan, masih terlalu dini untuk menduga motif-motif yang ada dalam peristiwa tersebut. Menurutnya, keprihatinan dan empati perlu dikedepankan dalam peristiwa ini.

Schepman menambahkan para saksi telah dimintai keterangan. Dari keterangan saksi yang terhimpun, polisi mengonfirmasi ada kemungkinan korban luka bertambah, ketika seorang saksi mata mengatakan ada seorang wanita yang juga tertembak pada pergelangan kakinya. Sayangnya korban tersebut belum melapor ke polisi. ”Sampai saat ini kami belum menemukan korban tersebut,” ujar Schepman.

Dua aksi brutal itu sendiri terjadi hanya beberapa hari setelah sejumlah dokter dan para profesional di bidang kesehatan di AS terlibat dalam kampanye online untuk melawan penggunaan kekerasan dengan senjata. Hashtag #ThisIsOurLane yang digunakan oleh para dokter sebagai tanggapan atas cuitan kelompok pro-senjata, National Rifle Association (NRA) yang menuntut agar ’para dokter tetap berada di jalur mereka’, menyusul merebaknya kasus-kasus penembakan. Sesuai data yang dihimpun Gun Violence Archive, tercatat hampir 13 ribu orang tewas akibat senjata api dalam tahun ini saja di AS. Sedangkan 25 ribu orang terluka, termasuk lebih dari 250 orang petugas polisi yang tertembak saat bertugas. (bil/c17/ttg/jpg/jpc/cnn/abc7/reuters)

 

 

Berita Terkait

Megapolitan / Kedapatan SOTR, KJP Dicabut

Nasional / Polri Bentuk Tim Investigasi

Megapolitan / SOTR Kembali Makan Korban

Banten Raya / Bogem Bawahan, Pejabat Kecamatan di Tangsel Dipolisikan

Viral / Pelaku Video Ancam Penggal Kepala Jokowi Ditangkap

Internasional / Hukuman Mati Bagi LGBT Tak Berlaku


Baca Juga !.