Politik

Tak Boleh Ada Stiker Kampanye di Angkot

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Tak Boleh Ada Stiker Kampanye di Angkot - Politik

PELANGGARAN-Beberapa angkot di Kota Malang berstiker kampanye Pilpres 2019. (Fiska Tanjung/ JawaPos.com)

INDOPOS.CO.ID - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menyatakan alat peraga kampanye (APK) baik Pileg maupun Pilpres tahun 2019 tidak boleh ada dalam kendaraan yang ber-plat kuning alias kendaraan angkutan umum.

Belakangan ini, di moda transportasi angkot banyak ditempel stiker para peserta Pemilu 2019. Komisioner Bawaslu Mochammad Afifuddin mengatakan larangan ini merupakan hasil rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR RI dan KPU. Ia menegaskan, di mobil plat kuning tidak boleh ada apk.

"Nggak boleh (apk di angkutan umum)," cetus Afif di Kawasan Gambir Jakarta Pusat, Rabu (21/11/2018). Bawaslu telah mengimbau hal ini kepada para pihak terkait. Kata Afif, jajarannya di daerah juga telah mengambil langkah. "Kalau sifatnya di mobil pribadi tidak apa-apa," ucapnya.

Dalam penanganan kasus ini, menurut Afif, pihaknya juga telah bekerjasama dengan Dinas Perhubungan masing-masing daerah untuk melakukan pencopotan. "Kalau memang sudah ada yang terlanjur juga, ada persuasive yang dilakukan kepada pemilik mobil. Tapi intinya yang boleh itu di mobil plat hitam. Plat hitam enggak masalah," pungkasnya. (jaa)

Baca Juga


Berita Terkait

Politik / Kapolri Tegaskan Larang Aksi Unjuk Rasa di MK

Politik / Mendagri Sebut Tak Ada Penggelembungan Data Kependudukan

Headline / Sidang MK Ditutup saat Adzan Subuh Berkumandang

Headline / Sidang Ketiga, Akses Jalan Depan Gedung MK Tetap Dibuka

Megapolitan / Angkot di Jakarta Belum Penuhi SPM


Baca Juga !.