Ekonomi

Mega Perintis Bidik Penjualan Rp 507 Miliar

Redaktur: Jakfar Shodik
Mega Perintis Bidik Penjualan Rp 507 Miliar - Ekonomi

GO PUBLIC - Direktur Utama Mega Perintis FX Afat Adinata Nursalim (tengah) didampingi jajaran direksi dan penjamin emisi saat public expose di Jakarta, Senin (19/11). Foto : Toni Suhartono/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Peritel dan produsen pakaian PT Mega Perintis memproyeksikan pertumbuhan penjualan tahun depan Rp 507 miliar alias naik 14 persen. Untuk mewujudkan itu, perseroan akan menambah 20 gerai baru tersebar seluruh Indonesia. Saat ini, total gerai perusahaan mencapai 573 gerai.

Selain itu, perusahaan akan melakukan pengembangan dengan konsep hybrid, dan menjual produk melalui market place. ”Kami melihat, penjualan secara online sudah tidak bisa dihindari. Kami juga memiliki produk sendiri, konsumen bisa membeli via online atau offline,” tutur Direktur Utama Mega Perintis FX Afat Adinata Nursalim di Jakarta, Senin (19/11).

Tahun lalu, perusahaan membukukan penjualan senilai Rp 397,67 miliar, atau naik dari periode sama 2016 di kisaran Rp 337,37 miliar. Nah, hingga pengujung tahun ini, perseroan mengincar pendapatan senilai Rp 444 miliar dan laba bersih sejumlah Rp 35 miliar.

Sekadar diketahui, perusahaan berencana listing pada 12 Desember 2018. Pada hajatan itu, perusahaan siap melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dengan melepas sebanyak 230 juta saham atau setara 27,71 persen dari modal disetor dan ditempatkan perseroan. ”Kami target IPO senilai Rp 57,5-69 miliar,” tukas Presiden Direktur PT Lotus Andalan Sekuritas (LOTS) Wientoro Prasetyo sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Dia menuturkan, dana hasil IPO untuk penambahan modal kerja 43 persen, pengembangan usaha melalui penambahan gerai baru 31 persen, dan sisa 26 persen untuk pengembalian fasilitas short term loan (STL) seasonal dari salah satu institusi perbankan. Dari jumlah IPO itu, perseroan mengalokasikan sebanyak 10 persen untuk karyawan melalui program Employee Stock Allocation (ESA) guna meningkatkan rasa kepemilikan terhadap perusahaan. ”Harga ditawarkan Rp 250-300 per saham. Price earning mencerminkan 6 kali-7,1 kali,” ungkap Wientoro.

Selain itu, penjualan bersih perseroan Juni 2018 mencapai Rp 254,91 miliar, naik 14 persen year on year dari posisi Rp 223,39 miliar. Sementara itu, laba bersih pada paruh pertama 2018 senilai Rp 29,03 miliar. Perseroan mengawali bisnis pada 1999 di bidang garmen. Fokus bisnis perseroan saat ini terbagi dalam 3 lini yaitu perdagangan ritel melalui Mega Perintis dan PT Mitrelindo Global, garmen melalui PT Mega Putra Garment, dan perdagangan atau trading melalui PT Mitra Perintis Merdeka. Merek-merek Perseroan antara lain: Manzone, MOC, Men’s Top serta distributor Nike Indonesia. (raf)

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.