Headline

Sukiman Sangkal Terima Uang dan Mobil

Redaktur: Darul Fatah
Sukiman Sangkal Terima Uang dan Mobil - Headline

PEMERIKSAAN - Anggota DPR RI Fraksi PAN Sukiman usai diperiksa sebagai saksi. Foto: Akbar Budi Prasetia/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah selesai melakukan pemeriksaan terhadap Anggota DPR-RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Sukiman sebagai saksi untuk tersangka Amin Santono.

Saat keluar dari Gedung KPK, Sukiman mengatakan pemeriksaan dirinya hanya untuk mengklarifikasi. “Silakan dengan penyelidik. Hanya untuk diklarifikasi saja. Klarifikasi dan dimintai keteranga  saja,” kata Sukiman usai jalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Ia juga mengatakan, pemeriksaannya hanya untuk proses penyelidikan dan sukiman juga mengakui semua keterangannya sudah disampaikan ke penyidik. “Iya. Semua sudah saya jelaskan ya (ke penyidik),” ujar dia.

Namun, dirinya menyangkal telah menerima uang dan mobil dalam perkara tersebut. “Insyaallah ga ada. Itu fitnah aja itu, Insyaallah ga ada. Bukan saya,” imbuh dia. 

Kasus ini bermula saat KPK resmi menetapkan anggota DPR Komisi XI Amin Santono sebagai tersangka korupsi pada 5 Agustus lalu. Amin bersama tiga tersangka lain, yaitu Eka Kamaludin (swasta dan perantara), Yaya Purnomo (Kasie Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan), dan Ahmad Ghaist (kontraktor) terlibat dalam korupsi penerimaan hadiah atau janji anggota DPR secara bersama-sama terkait usulan dana Perimbangan Keuangan Daerah pada RAPBN-P tahun anggaran 2018.

Amin diduga menerima uang sebesar Rp 400 juta dari Ahmad saat operasi tangkap tangan di kawasan Halim, Jakarta. KPK menduga Amin telah menerima uang sebesar Rp 100 juta lewat transfer kepada Eka. Uang tersebut merupakan bagian komitmen fee 7 persen atau Rp 1,7 miliar dari total fee dua proyek di Sumedang dengan jumlah keseluruhan sekitar Rp 25,850 miliar.

KPK pun menyangkakan Ahmad selaku pemberi suap melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1.

Sementara itu, Amin, Eka, dan Yaya selaku penerima suap disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1. (cr-1)

Baca Juga


Berita Terkait

Nasional / Kasus Rommy, KPK Periksa Rektor UIN

Headline / Presiden Jokowi Segera Pilih Pimpinan KPK Baru 

Hukum / KPK Perpanjang Penahanan Tiga Tersangka Suap Imigrasi NTB

Headline / Sjamsul Nursalim dan Istri jadi Buronan KPK

Headline / Sjamsul Nursalim dan Istri jadi Buronan KPK

Headline / KPK dan Menag Saling Bantah Terkait Gratifikasi Rp 70 Juta


Baca Juga !.