Nasional

Dirjen Hortikultura Realisasikan Izin Ekspor Tiga Jam

Redaktur: Darul Fatah
Dirjen Hortikultura Realisasikan Izin Ekspor Tiga Jam - Nasional

PELAYANAN - Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura, Kementan, Suwandi. Foto: Kementan RI untuk INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Kementerian Pertanian telah menerapkan kebijakan akselerasi ekspor dengan memangkas waktu memproses surat izin ekspor benih hortikultura dari 8 hari kerja menjadi 3 jam.

Penerbitan surat izin ekspor ini bagi perusahaan yang dokumenya lengkap dan benar, di mulai dari pemeriksaan kebenaran dan kelengkapan dokumen di Direktorat Jenderal Hortikultura sebagai pemegang amanat Menteri Pertanian dalam perizinan ekspor benih Hortikultura.

“Ini sejalan amanat Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk menyiapkan karpet merah bagi eksportir. Hari ini kami realisasikan, kami telah terbitkan lima dokumen izin ekspor benih tanaman hias dalam waktu kurang dari 3 jam,” demikian ungkap Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura Kementan Suwandi, Rabu (21/11/2018).

Dia menyebutkan, sebanyak 5 izin ekspor yang diterbitkan tersebut yakni, pertama, ekspor 2.600 pieces tanaman hias sukulen ke Filipina. Kedua, ekspor 3 ribu pieces tanaman sukulen ke Amerika Serikat. Ketiga, ekspor 2 ribu pieces tanaman sukulen ke Myanmar. Keempat, ekspor 400 pieces tanaman sukulen ke Italia, dan kelima, ekspor 400 pieces tanaman sukulen ke Prancis. 

“Ini ekspor  tanaman hias dengan berbagai varietas seperti agave, echeveria, haworthia, sansevieria, cactus, senecio, crassula, opuntia dan lainnya. Senin kemarin juga memproses izin ekspor 800 ribu pieces dracaena ke Malaysia dan 7 pieces graptopetalum ke Jepang,” ungkap dia.

Suwandi menegaskan, proses izin ekspor saat ini dilakukan serba percepatan dalam pelayanan. Jika dokumen pengajuan dari eksportir sudah lengkap dan benar, Kementan melalui Direktorat Jenderal Hortikultura langsung memproses kurang dari 3 jam. Sebaliknya, jika dokumennya belum lengkap dan benar, langsung diminta untuk segera melengkapi persyaratan.

“Bagi eksportir yang sudah terbiasa melakukan ekspor, biasanya berkasnya rapih dan lengkap.  Untuk eksportir yang baru, akan dibimbing, kita dampingi dan kita bantu menyelesaikan persyaratannya sampai lengkap,” tegas dia.

Untuk pelayanan ekspor benih hortikultura, sambung Suwandi, maka dilakukan terobosan baru dan percepatan dengan merevisi Permentan Nomor 17 Tahun 2018, semula 8 hari direvisi menjadi 3 jam. 

Proses izin ekspor benih ini dilakukan secara online mencakup pengecekan dokumen administrasi, pengecekan identitas produsen benih dan verifikasi jenis tanaman dan varietas yang boleh diekspor.

“Dengan perubahan ini kami membuka selebar-lebarnya ekspor produk hortikultura. Ini penting karena kontribusi ekspor komoditas hortikultura cukup tinggi. Ekspor total hortikultura segar Januari hingga Agustus 2018 mencapai Rp 1,28 triliun, naik 27 persen dibanding Januari sampai Agustus 2017 yang hanya Rp 0,94 triliun,” pungkas Suwandi. (srv)

Baca Juga


Berita Terkait

Nasional / Bambang Minta Pengamat Agar Cermat dan Jangan Pesanan Mafia

Headline / Mengizinkan Motor Masuk Tol, Karpet Merah Menuju Kematian

Nasional / 34 Ribu Bus di Indonesia Tak Layak Jalan

Ekonomi / Eksportir Dapat Karpet Merah

Nasional / Sudahi Polemik Impor Jagung

Jakarta Raya / Disinyalir, Ada Oknum Birokrat Jual Izin Reklame di K3 DKI


Baca Juga !.