Headline

Bebas dan Jangan Kembali! Renae Lawrence Ditangkal Seumur Hidup

Redaktur: Juni Armanto
Bebas dan Jangan Kembali! Renae Lawrence Ditangkal Seumur Hidup - Headline

INDOPOS.CO.ID – Masih ingat Bali Nine? Kelompok yang diberikan julukan media massa kepada sembilan orang Australia yang ditangkap pada 17 April 2005 di Bali, Indonesia dalam usaha menyelundupkan heroin seberat 8,2 kg. Nah salah seorang kelompok Bali Nine, Renae Lawrence akhirnya dapat menghirup udara bebas setelah menjalani hukuman penjara sejak 13 April 2006 di Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Bangli, Bali, Rabu (21/11).

Sekitar pukul 17.00 WITA, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum dan ham) menyerahkan Renae kepada Ditjen Imigrasi Kemenkum dan ham.

”Tadi (kemarin sore, Red) sudah diserahkan,” ujar Kepala Rutan Klas IIB Bangli I Made Suwendra ketika dihubungi, kemarin.  Senada dengan Kabag Humas Ditjenpas Kemenkum dan ham Ade Kusmanto. Berdasar informasi yang diterima, Renae dijemput langsung keluarganya dari Australia. Selanjutnya yang bersangkutan bakal langsung dideportasi ke negara asal, Australia.

Serupa dengan narapidana lainnya, Ditjenpas tidak membedakan perlakukan kepada Renae. Dia melalui tahapan sesuai aturan dan ketentuan. ”Diserahterimakan dengan pihak Imigrasi Bali,” ujar Ade.

Selama berada dalam rutan, Renae dinilai berkelakukan baik. Dia tidak neko-neko apalagi sampai melanggar aturan. Karena itu, dia juga mendapat pengurangan hukuman dari pemerintah.

Dari total masa hukuman selama 20 tahun, Renae mendekam dalam rutan 12 tahun lebih. Hukuman untuknya paling rendah di antara terpidana Bali Nine lainnya. Dari total sembilan orang, dua dijatuhkan hukuman mati, enam pidana seumur hidup, dan Renae hukuman 20 tahun penjara.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM Bali Maryoto Sumadi menyebut, semua tahapan sejak keluar rutan sudah dilalui. Ini termasuk di antaranya proses administrasi dan pemeriksaan kesehatan. ”Selanjutnya Rutan Bangli melakukan serah terima yang bersangkutan kepada pihak Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar,” terangnya.

Renae diserahkan kepada pihak Imigrasi lantaran dia sudah tidak memiliki izin tinggal di Indonesia. Karena itu pula, dia langsung dideportasi setelah keluar rutan.

Lebih lanjut, Maryoto menyebutkan, identitas Renae juga sudah masuk daftar tangkal Imigrasi Indonesia. Itu dilakukan sesuai aturan dalam undang-undang. ” Identitas Renae juga dimasukkan ke dalam aplikasi Border Control Management,” terang dia.

Dengan begitu, data perempuan tomboi kelahiran 1977 itu langsung terinput dalam seluruh tempat pemeriksaan Imigrasi baik udara, darat maupun laut. ”Berlaku seumur hidup,” tambahnya.

Dengan begitu, Renae dilarang masuk lagi ke wilayah Indonesia selama-lamanya dengan alasan maupun kepentingan apapun. Kabag Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Kemenkum dan ham Theodorus Simarmata menegaskan, seluruh WNA (warga negara asing) yang dipidana karena narkotika memang bakal ditangkal setelah bebas dari penjara. ”Untuk kejahatan narkoba demikian,” imbuhnya.  Itu dilakukan guna menunjukan komitmen pemberantasan narkotika.

Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkum dan ham Bali Agato Simamora mengatakan, saat dideportasi nanti, pihak Imigrasi tidak melakukan pendampingan kepada Renae hingga ke negaranya, namun hanya memantau sampai dia keluar dari Indonesia karena dikhawatirkan ada potensi ‘return to base’ atau kerusakan, maka akan dicegat lagi di pintu masuk bandara saat mendarat di negaranya. "Kami pastikan dahulu dia lewat dari wilayah Indonesia dan kami koordinasi dengan otoritas pihak bandara negara setempat," katanya.

Pihaknya belum mendapat permintaan dan koordinasi dari pihak kepolisian Australia dengan Imigrasi Denpasar terkait bahwa Renae Lawrence yang juga tersandung kasus kriminal pencurian mobil di negaranya. "Yuridiksi hukum di Australia sangat berbeda dengan yuridiksi hukum di Indonesia. Jadi dia pada dasarnya orang asing yang telah menjalankan masa pidana dan saat ini dia tidak memiliki izin tinggal yang masih berlaku," ujarnya.

Karena itu, kewenangan Imigrasi untuk melakukan tindakan administratif keimigrasian berupa pendeportasian ke negara asal. "Saat ini bagaimana kita melakukan kolaborasi dengan seluruh instansi terkait seperti pihak angkatan udara (Lanud Ngurah Rai, Red) dan ini sangat penting dan biasa untuk pelaksanaan tugas dan fungsinya," katanya.

Setelah konferensi pers di Rutan Bangli dan serah terima dengan imigrasi, Renae Lawrence langsung diterbangkan ke negaranya. "Kepulangan Renae Lawrence kita lihat dahulu keamanannya dan kita tidak ada mengistimewakan dia agar masuk jalur VIP masuk Bandara Ngurah Rai. Semuanya atas pertimbangan dari Imigrasi dan kami tidak mempertimbangkan keinginan Renae Lawrence atau keluarganya. Kami juga meminta pertimbangan seluruh instansi terkait yang ada di Australia," ujarnya. (syn/ant)

Berita Terkait


Baca Juga !.