Minggu, 16 Desember 2018 08:35 WIB

makanmakan

Kuliner Nusantara Tak Akan Padam

Redaktur: Achmad Sukarno

INDOPOS.CO.ID – Kehadiran makanan eropa dan korea di tanah air sepertinya tak mempengaruhi Makanan khas nusantara.  Makanan mengandalkan bumbu, dan rempah khas pribumi ini  masih menjadi buruan para pencinta kuliner tanah air. Bahkan makanan Indonesia memiliki potensi besar menembus pasar internasional.

“Pergeseran ini karena citarasa Eropa sudah mentok, sehingga perlu menggali citarasa Asia Tenggara, termasuk dari Indonesia yang sejak dahulu kaya dengan citarasa rempah-rempah. Bahkan, banyak produk makanan kelas kaki lima diminati investor mancanegara untuk diangkat menjadi makanan internasional," ujar Pakar kuliner Indonesia, William Wongso di Jakarta International Expo atau Arena JIExpo Kemayoran, Kamis (22/11).

Cita rasa Eropa terutama Prancis yang terkadang hambar tak tak sesui dengan lidah pribumi menjadikan salah satu alasan penikmat kuliner rindu akan makanan daerahnya.  ”Kalau menurut saya, permintaan dan minat masyarakat terhadap makanan Indonesia akan terus meningkat. Bukan hanya orang Indonesia, orang luar negeri juga semakin banyak yang tertarik dengan masakan Indonesia, terutama mereka yang sedang tinggal atau berkunjung ke sini," kata William,

Hanya saja,  Memiliki titel juru masak memang cukup dikenal masyarakat. Tapi anggapan kebanyakan orang masih sering salah. Makna chef yang penting bisa memasak makanan apapun dengan rasa enak. Padahal profesi ini lebih dari sekedar bisa memasak saja. "Makna chef masih murah di Indonesia," ujarnnya.

Baginya, Chef itu ibarat komposer atau seorang pemimpin. Chef harus bisa menguasai segala macam hal di dapur. Bahkan seorang chef, kata William tidak perlu selalu memasak di dapur. Seorang chef memiliki tugas penting dalam memimpin juru masak lainnya. Kepemimpinan seorang chef juga harus dibarengi dengan membina tim juru masak untuk menghasilkan makanan sempurna.

"Selain itu, seorang chef juga harus menguasai setiap fungsi alat masak dengan baik. William menganalogikan seorang pemimpin orkestra ialah seorang chef di dunia musik. Kalau di bidang masak Adi MS itu chef," kata William

Menurut pandangannya generasi milennial memang begitu kreatif. Apalagi masalah teknologi. Hal ini juga terjadi dalam profesi seorang chef. Tentu saja di zaman sekarang ini seorang chef juga berasal dari generasi milennial. Tapi bagi William meraih profesi seorang chef di Indonesia terlalu mudah. Tidak seperti dulu di mana seorang chef benar-benar berjuang untuk mendapatkan profesi impian mereka itu. "Kalau di Indonesia semua orang bisa jadi koki. Di luar negeri 1000 orang yang daftar (chef), tapi hanya satu yang keterima," tuturnya. (zbs)


TOPIK BERITA TERKAIT: #makanmakan 

Berita Terkait

First Crack Coffee Academy Cetak Ahli Kopi

makanmakan

IKLAN