Politik

Bela Jokowi, Hasto Sebut Diksi 'Tabok' Teguran Halus

Redaktur: Redjo Prahananda
Bela Jokowi, Hasto Sebut Diksi 'Tabok' Teguran Halus - Politik

Hasto Kristiyanto. Foto : Jaa Rizka Pradana / INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto menyatakan Presiden Jokowi hendak memberikan kiasan ketika menyatakan 'rasanya ingin menabok' pelaku penyebar fitnah dia adalah anggota PKI.

Menurut Hasto, diksi tabok merupakan teguran halus bagi pelaku penyebar fitnah. Menurut Hasto, Jokowi sejatinya ingin menyampaikan pesan utama, semua pihak harus bersaing secara sehat dan berlomba-lomba membuat prestasi demi kesejahteraan rakyat.

"Tak usahlah kemudian menggunakan berbagai upaya untuk menfitnah. Itu kan suatu teguran ya sebenarnya masih kategori halus untuk mengingatkan agar berbagai fitnah dan hoaks itu sebenarnya tidak perlu dilakukan lagi," kata Hasto dalam keterangan tertulisnya di Garut Jawa Barat, Sabtu (24/11/2018).

Sekjen PDI Perjuangan ini lalu membandingkannya dengan era Orde Baru di masa Presiden Soeharto. Menurutnya, bila di era itu maka pelaku fitnah terhadap presiden pasti tak sekedar ditabok, melainkan diculik dan dimasukan dalam penjara.

"Pak Jokowi itu kan cuma kiasan lah, kiasan dari seorang presiden yang ingin mengingatkan. Agar ini menjadi cambuk untuk kita semuanya mengedepankan hal positif," bebernya.

Sebelumnya, dalam suatu kegiatan di Lampung Jokowi mengaku gerah diserang isu hoaks di media sosial mengenai dirinya PKI. Padahal, katanya, PKI dibubarkan tahun 1965-1966 sementara Jokowi sendiri lahir tahun 1961.

"Ini yang kadang-kadang, haduh, mau saya tabok, orangnya di mana, saya cari betul," ujar Jokowi saat membagikan sertifikat tanah di Lampung Tengah, Lampung, Jumat (23/11/2018). (jaa)

Berita Terkait


Baca Juga !.