kampus kreatif

Mengenal Bilal Bilano Atlet Asian Games 2018

Redaktur: Ahmad Nugraha
Mengenal Bilal Bilano Atlet Asian Games 2018 - kampus kreatif

BERLARI – Bilal Bilano atlet sekaligus mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Pro Dr Moestopo (Beragama).FOTO:Rafika Rivani/Universitas Prof Dr Moestopo for Indopos

INDOPOS,CO,ID – Barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan menuai hasil. Adagium itu yang selalu jadi pegangan, Bilal Bilano, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama). Berkat semangat juangnya ia berhasil menjadi salah satu atlet Indonesia pada ajang Asian Games 2018 lalu.

Meski gagal menembus final pada cabang olahraga atletik nomor 1500 meter putra, Bilal Bilano setidaknya sudah memberikan kemampuan terbaiknya di pesta olahraga terbesar Asia itu. Momen itu ia jadikan pelecut untuk terus berlatih dan memberikan kebanggan bagi Bumi Pertiwi.

Menjadi atlet merupakan mimpi Bilal sejak usianya masih kecil. Ia pun sudah mulai berkecimpung di dalam dunia atletik sejak medio 2008 lalu. “Tidak ada kata menyerah untuk mengejar apa yang kita inginkan,” kata Bilal.

Dalam mewujudkan mimpinya, Bilal kerap latihan rutin. Ini memang hal wajib yang terus ia terapkan. Selain tekad yang kuat, disiplin dalam berlatih jadi modal utama baginya.

“Kecepatan dan daya tahan itu sangat diperlukan. Biasanya latihan jogging ringan, jogging sedang, beban, dan interval. Latihan tersebut harus rutin dilakukan tiap minggu,” jelasnya.

Saat ditanya perihal apa saja kendala yang mungkin dialami, Bilal mengaku bahwa cidera menjadi salah satu kendala yang cukup besar untuk menjadi atlet.

“Kendala bagi atlet itu banyak, bisa karena cedera, bisa pula karena kejadian di lapangan,” lanjut pria kelahiran 20 Maret 1997 ini.

Tentu kehidupan para atlet sudah pasti tidak akan lepas dari pengalaman cedera pada bagian tubuhnya. Selama menjadi atlet, Bilal pun pernah mengalami cedera otot. “Tahun 2014 lalu, saya pernah mengalami cidera hamstring selama 2 bulan,” ungkap Bilal.

Kejadian itu sempat membuatnya khawatir dan juga takut jika ke depannya ia akan sulit mewujudkan mimpinya menjadi atlet, dan mengaku bahwa cedera yang diaalami sempat membuatnya frustasi. “Frustasi banget. Waktu itu takut enggak bisa jadi atlet lagi,” ujarnya.

Dalam persaingan, cabang olahraga atletik nomor lari 1500m Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Bilal gagal meloloskan dirinya ke final. Kendati kecewa, Bilal tetap merasa senang dan puas dengan pencapaian yang sudah diraihnya karena berhasil memecahkan rekor pribadi yaitu mencapai garis finish dalam jangan waktu hanya dengan 3 menit 50 detik.

“Waktu Asian Games, susah mendapatkan medali di nomor saya, karena banyaknya atlet yang sepak terjangnya sudah di Final Olympics,” pungkasnya. (mtp1)

Baca Juga


Berita Terkait

Ekonomi / Wisuda Esa Unggul Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

Nasional / Suka Sains, Yuk Masuk Prodi Ini

Nasional / Telusuri Fakta Sebelum Bersikap

Nasional / Surga Potensi Energi Panas Bumi Indonesia

Nasional / Ratusan Produk Mahasiswa Unisnu Dipamerkan

Nasional / Sipeko, Cegah Kerusakan Dini Pembangkit Listrik


Baca Juga !.