Liga Indonesia

Bola Salju Kongres

Redaktur: Riznal Faisal
Bola Salju Kongres - Liga Indonesia

SASARAN KRITIK – Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi menjadi sasaran kritik menyusul kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2018.FOTO:Liputan6.com

INDOPOS.CO.ID – Memanasnya suasana karena adanya desakan publik untuk menurunkan Edy Rahmayadi dari posisi ketua umum PSSI cukup mempengaruhi kegiatan Kongres Tahunan PSSI awal tahun depan. terutama penentuan lokasi penyelenggaraan. Sebab, bisa jadi masyarakat terutama suporter akan melakukan demo dan ancaman kerusuhan bisa terjadi.

Karena itulah, usai Rapat Exco pada 25 November lalu, lokasi jadi salah satu pokok yang paling lama dibahas. Salah satu Anggota Exco Gusti Randa menerangkan Sekjen PSSI Ratu Tisha harus memikirkan segala macam risiko ketika menentukan lokasi. Sejauh ini, Bali jadi pilihan dan bakal menggelar Kongres pada 20 Januari mendatang.

’’Masalahnya, jangan cuman ngomong Bali dan tanggal sekian. Ini bola salju, ketidaksukaan masyarakat besar kepada PSSI sekarang, jangan-jangan izin tidak keluar,’’ ucapnya.
Apalagi, pada 2019 mendatang adalah tahun politik. Artinya, jika nanti Kongres PSSI akan ada demo dari sebagian besar suporter, bukan tidak mungkin pihak keamanan akan menghentikannya. ’’Ini harus dipikirkan, kecuali kemarin Timnas menang terus, ini lagi seperti ini, Komentar dari ketua PSSI juga seperti itu, sudah viral mau dibuat santai bagaimana,’’ jelasnya.

Namun, jika Sekjen masih bandel dan tetap mendesak rapat akan dilakukan di Bali, dia mempersilahkan. Namun, dia berharap surat resmi yang dikirim ke klub-klub dan voters terkait hal tersebut cukup cantumkan waktunya saja. Mengenai lokasi jangan dulu ditulis dalam surat resmi tersebut.

Di luar itu, hasil seri yang diraih Timnas Indonesia pada Minggu (25/11) malam benar-benar membuat posisi Bima Sakti, selaku pelatih Timnas, terancam. Bahkan, kemungkinan besar Bima tidak lagi memegang Timnas Indonesia. Ini berbanding terbalik dengan dua pelatih level junior lainnya, Indra Sjafri dan Fakhri Husaini. Keduanya kemungkinan akan tetap dipertahankan untuk mengisi posisi pelatih kepala.

Malah, keduanya akan naik level. Seperti yang dikatakan oleh Anggota Exco Yunus Nusi. Dia pribadi punya rencana Indra dan Fakhri akan memegang Timnas yang umurnya lebih di atas. Indra akan memegang Timnas U-22 untuk persiapan Piala AFF U-22 tahun depan sedangkan Fahri akan ke U-19.

Alasannya sederhana, skuad yang dipegang keduanya dulu juga bakal naik level. Egy Maulana Vikri dkk tidak akan mungkin lagi tetap di Timnas U-19. Mereka akan naik dan menghuni Timnas U-22, begitu juga David Maulana dkk juga akan naik menuju Timnas U-19. ’’Minimal kedua Timnas itu akan banyak dihuni mantan anak asuh Indra dan Fahri. Jadi lebih mudah adaptasinya,’’ jelasnya.

Sementara itu, sindiran pedas yang diberikan kepada Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi tampaknya tidak membuatnya kapok. Tidak pernah datang pada pertandingan Timnas di Piala AFF, pria yang juga merangkap sebagai Gubernur Sumatera Utara itu mengatakan, butuh waktu panjang untuk membicarakan masalah terkait prestasi Timnas.

’’Kalau saya ceritakan di sini tidak cukup waktunya. Panjang ceritanya, nanti saya ngomong kalian putar-putar lagi omongan saya. Ribut lagi,’’ tuturnya.

Karena cukup kesal dengan beberapa pertanyaan lain yang terus dicercakan padanya, Edy malah bertingkah nyeleneh ketika ditanya wartawan terkait desakan untuk mundur dari kursi ketua PSSI kemarin (26/11). Dia langsung memegang salah satu pipi wartawan sambil mengelus-elusnya.

’’Nanti komen, nanti kamu puter-puter lagi kemana-mana. Saya gini-gini kamu bilang nanti saya tempeleng kamu,’’ katanya lantas meninggalkan awak wartawan yang sudah menunggunya keluar dari rapat di Gedung DPRD Sumatera Utara. (rid/jpg)

Berita Terkait

Hukum / Sengketa Kantor Pusat PSSI Berakhir

All Sport / Asprov Kecewa Janji Bantuan PSSI Belum Cair

Indosport / PSSI Utang Rp 4,5 M, Exco: Bukan Hal yang Tabu

All Sport / Fadel Muhammad Ramaikan Bursa Ketum  PSSI


Baca Juga !.