Total Sport

Kembali Berharap Fajar/Rian

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
Kembali Berharap Fajar/Rian - Total Sport

PRAVEEN JORDAN/ MELATI DAEVA OKTAVIANTI. Foto: WWW.BADMINTONINDONESIA.ORG

INDOPOS.CO.ID - Indonesia tidak tampil dengan kekuatan penuh di Korea Masters yang dimulai hari ini hingga 2 Desember mendatang. Meski begitu, PP PBSI tidak menurunkan target di turnamen level Super 300 tersebut. Yakni, membawa pulang satu gelar ke tanah air.

Meski, sebenarnya Indonesia berpeluang membawa dua gelar dari Korea Masters. Dua wakil Indonesia tercatat sebagai unggulan pertama turnamen. Fajar Alfian/M. Rian Hardianto di sektor ganda putra dan pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. "Kami tidak mau muluk-muluk. Setidaknya satu dari dua sektor itu," ucap Sekjen PP PBSI Achmad Budiharto di Jakarta, Senin (26/11).

Fajar/Rian diharapkan kembali menjadi jagoan Indonesia untuk merengkuh gelar. Apalagi mereka kini dalam tingkat percaya diri yang tinggi usai menjuarai Syed Modi International Badminton Championships pekan lalu. Namun, mereka bukannya tanpa pesaing. Ganda muda Tiongkok Han Chengkai/Zhou Haodong, dua Malaysia Goh V Shem/Tan Wee Kiong, hingga pasangan Merah Putih lainnya, Berry Angriawan/Hardianto berpotensi menjadi pengganjal.

Pada babak pertama besok, ganda yang dijuluki FajRi itu akan menghadapi Kim Sa Rang (Korea Selatan)/Tan Boon Heong (Malaysia). Seharusnya mudah bagi pasangan peraih perak Asian Games 2018 itu untuk melewati pertandingan. Apalagi, Kim/Tan baru berpasangan sejak Macau Open, Oktober lalu.

Namun, Fajar/Rian tetap harus waspada. Meski merupakan pasangan anyar, Kim/Tan sudah pernah menjungkalkan Han/Zhou dua set langsung 21-19, 21-13 pada babak pertama Macau Open. "Kejutan-kejutan seperti yang harus kami waspadai. Berusaha fokus dan nggak banyak melakukan kesalahan aja sih," ucap Rian saat dihubungi kemarin.

Di sektor ganda campuran, Praveen/Melati sudah harus bertanding hari ini. Mereka akan menghadapi delegasi Taiwan, Chang Ko-chi/Cheng Chi Ya. Di atas kertas, Praveen/Melati lebih dijagokan untuk melaju ke babak kedua. Meski secara head-to-head keduanya belum pernah bertemu. Namun, penampilan Praveen/Melati saat ini tengah menjadi sorotan. Pasalnya, keduanya belum mendapat gelar satu pun sepanjang tahun ini. Prestasi terbaik mereka hanya mampu menjadi runner-up India Open, Februari lalu.

Saat itu, Praveen/Melati harus menyerah 14-21, 15-21 atas wakil Denmark Mathias Christiansen/Christinna Pedersen. Pelatih kepala ganda campuran Richard Mainaky menilai, Praveen/Melati harus lebih konsisten dan kerja keras untuk mendongkrak performa di lapangan. Terutama saat menghadapi reli-reli panjang. "Target tentu inginnya juara. Saat ini yang penting main maksimal dulu di setiap game," ujar pelatih kelahiran Ternate itu.

Di sisi lain, enam wakil Merah Putih yang akan tampil di BWF World Tour Finals Guangzhou memilih mundur. Yang terbaru adalah absennya Della Destiara Haris yang harus menepi lantaran cedera engkel kaki kiri. Cedera tersebut didapat saat tampil bersama Rizki Amelia Pradipta di semifinal Syed Modi IBC 2018. Saat itu Della/Rizki retired dengan skor 21-14, 19-21, 9-16. Della nampak meringis kesakitan memegangi kaki kirinya. "Kondisinya Della tidak memungkinkan untuk ke Korea. Lebih baik istirahat dan menjalani perawatan oleh tim dokter," terang Eng Hian, pelatih kepala ganda putri. (bam)

Berita Terkait


Baca Juga !.