Internasional

Iran : AS Takut Kebangkitan Islam

Redaktur: Indra Bonaparte
Iran : AS Takut Kebangkitan Islam - Internasional

MERADANG - Pemimpin Spritual dan Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan AS menargetkan Timur Tengah karena takut kebangkitan Islam di wilayah itu (FOTO : YNETNEWS)

INDOPOS.CO.ID - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS)masih terus berlanjut, dengan saling sindir antar pemimpinnya. Baru-baru ini Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan, AS menargetkan Timur Tengah karena takut kebangkitan Islam di wilayah itu.

Ketegangan telah meningkat antara Washington dan Teheran sejak Mei. Apalagi, hubungan ini diperparah ketika Presiden AS Donald Trump memberlakukan kembali sanksi setelah menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan enam negara lain. “Kekuatan dunia yang dipimpin oleh Amerika menunjukkan minat terhadap Timur Tengah karena kebangkitan Islam di wilayah ini. Mereka takut akan kebangkitan negara-negara Islam.

Sebab mereka mengalami pukulan ketika Islam telah menyebar ke hati orang-orang," kata Khamenei seperti dilansir Al Jazeera, Senin (26/11).

Selain berbicara tentang AS, Iran juga menyindir rival regionalnya, yaitu Arab Saudi yang selama ini bersekutu dengan AS. Iran dan Arab Saudi telah mendukung pihak yang berseberangan dalam konflik di Suriah dan Yaman, serta terhadap faksi politik yang berbeda di Irak dan Lebanon.

”Mengapa negara Islam berpihak (ke Amerika) dalam aksi kejahatan mereka terhadap Palestina dan orang-orang Yaman? Padahal mereka akan dikalahkan," kata Khamenei dalam
pidatonya dihadapan para pejabat Iran dan tokoh-tokoh Muslim asing yang menghadiri konferensi Islam internasional di Teheran.

Sehari sebelumnya, pada Sabtu (24/11), Presiden Iran Hassan Rouhani menuduh AS telah memupuk hubungan dekat dengan negara-negara Muslim di Timur Tengah untuk melindungi Israel. "Kami memiliki pilihan untuk menggelar karpet merah untuk para penjahat, atau untuk melawan ketidakadilan dan tetap setia kepada Nabi

kami, Alquran kami, dan Islam kami," kata Rouhani.
Ia bahkan menyebut Israel sebagai rezim palsu yang didirikan oleh negara-negara Barat. Menurutnya, Israel ibarat 'tumor kanker' yang ada di Timur Tengah yang memajukan agenda Barat.

Rouhani sering mengutuk Israel dan memprediksi kehancurannya, tetapi ia jarang menggunakan retorika semacam itu. "Salah satu hasil yang tidak menyenangkan dari Perang Dunia II adalah pembentukan 'tumor kanker' di wilayah ini," ujar Rouhani. (iml/jpc/jpg)

 

Baca Juga


Berita Terkait

Internasional / Trump Batalkan Serangan Militer AS ke Iran

Internasional / Iran Tembak Pesawat Pengintai AS

Internasional / Iran Diduga Akan Langgar Batas Kesepakatan Nuklir dalam 10 Hari

Internasional / Langgar Ajaran Islam, Iran Tutup Ratusan Restoran

Internasional / Presiden Amerika Serikat Donald Trump Bertemu Kaisar Jepang


Baca Juga !.