Jakarta Raya

Mendongeng Rangsang Imajinasi Anak

Redaktur: Sicilia
Mendongeng Rangsang Imajinasi Anak - Jakarta Raya

SAYANG ANAK-Kampanye Nivea "Sentuhan Ibu" di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (28/11).Foto: DEWI MARYANI/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Hari Dongeng diperingati setiap tanggal 28 November. Nivea menggunakan momen ini untuk mengingatkan kembali orangtua pentingnya memasukkan unsur dongeng dalam proses tumbuh kembang anak.

Hal itu didukung penuh Pemerhati Anak Dr Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si. Pria yang juga Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia itu mengaku banyak manfaat dongeng untuk merangsang perkembangan otak anak.

''Manfaat dongeng banyak sekali. Bisa merangsang berbagai aspek perkembangan jiwa anak. Pertama, perkembangan bahasa. Lalu mengembangkan kemampuan berkomunikasi. Apalagi ditambah dengan sentuhan dan pelukan," ungkapnya. Dalam acara Kampanye Nivea Sentuhan Ibu di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (28/11).

Manfaat lainnya, lanjut dia, juga baik untuk perkembangan kecerdasan, kreativitas, sekaligus juga menanamkan nilai moral dan pembentukan karakter.

Mendongeng, menurut Kak Seto-sapaan akrabnya, adalah rutinitas menyenangkan yang membentuk hubungan ibu dan anak secara fisik (usapan, kecupan, pelukan) dan emosional (rasa percaya dan keterikatan anak terhadap ibu). Bisa meningkatkan imajinasi anak, serta metode yang baik untuk menyampaikan nilai moral dan budaya kepada anak sejak dini.

"Orangtua milenial bersaing dengan gadget. Ya orangtua harus kreatif dan sabar. Sebenarnya bukan hanya gadget saja, tapi juga narkoba dan pergaulan yang negatif," imbuhnya.

Kak Seto kembali menyebutkan, akibat komunikasi yang tidak lancar antara orangtua dan anak, banyak anak yang kabur dari rumah. ''Banyak anak yang datang ke rumah. Setidaknya satu anak dalam sebulan. Ketika ditanya kenapa kabur dari rumah, mereka bilang "nyokap gue ngomongnya kaya ember" demikian pula dengan ayahnya,'' ucapnya mengulangi omongan anak-anak yang pernah singgah ke rumahnya.

Maka itu, Seto menyarankan, agar membacakan dongeng kepada anak sebelum tidur. ''Membaca dan mendongeng berkontribusi dalam perkembangan anak. Karena dapat mengaktifkan pusat emosi di otak dan melatih fokus perhatian mereka. Mendongeng membantu melatih anak berpikir secara terstruktur, menstimulasi kreativitas, memperkenalkan berbagai nuansa emosi, dan proses identifikasi yang erat kaitannya dengan pembentukan pribadi positif ketika anak menjadi dewasa kelak,'' kata pria yang juga psikolog anak itu.

Sementara itu, Ariyo Zidni, Pendiri Komunitas Ayo Dongeng Indonesia mengungkapkan, mendongeng atau bercerita itu sebenarnya mudah. ''Siapa pun dapat melakukannya. Ibu yang percaya diri dalam bercerita, variasi dalam memainkan suara, ekspresi wajah, dan gerakan tubuh secara sederhana adalah faktor penting. Tidak perlu berlebihan dan sempurna, tapi jujur,'' ungkapnya.

Mendongeng zaman sekarang juga tidak hanya bisa dengan media buku. Tapi bisa juga dengan e-book.

Yang penting adalah, bagaimana membentuk interaksi yang kuat untuk orangtua dan anak dengan waktu yang sangat terbatas. Terutama bagi para ibu generasi milenial yang bekerja.

''Maka, mari mendongeng agar kebersamaan kita dengan anak-anak tetap berkualitas dan selalu dinanti,'' ajaknya. Karena dongeng bisa juga untuk release strees bagi orangtua.

"Jadi luangkan waktu bukan waktu luang. Paling nggak sediakan 10 menit,'' tambahnya.

Melihat besarnya kebutuhan mendongeng, Nivea Sentuhan Ibu mempersembahkan drama musikal ‘Dongeng Pohon Impian’ yang dapat menjadi momen sentuhan ibu istimewa di Hari Ibu. ''Melalui kampanye ini, Nivea ingin mendorong para ibu menjadikan mendongeng sebagai kegiatan yang menarik dan esensial,'' kata Holger Welters, selaku President Director PT Beiersdorf Indonesia.

Sedangkan Arum Nurhandayani, selaku Brand Manager Nivea Creme PT Beiersdorf Indonesia menambahkan, pihaknya mengembangkan konsep mendongeng melalui digital video musical dan drama musikal. Dimana dongeng itu menceritakan makna sentuhan ibu bagi anak dengan berbagai karakter unik dan lagu-lagu ceria.

''Dongeng ini berkisah tentang seorang ibu, Imaji, yang selalu ingin membahagiakan anaknya yaitu Angan. Suatu hari, Imaji dan Angan harus berpetualang untuk mendapatkan kembali Pohon Impian milik mereka dari Saudagar Pongah dan menghadapi berbagai rintangan. Semakin kuat ikatan di antara mereka, semakin besar pula kekuatan mereka untuk melewati rintangan tersebut,'' katanya. (dew)

Baca Juga


Berita Terkait

Indotainment / Dua Hari Lagi Mantan Manten Tayang

Jakarta Raya / Inspirasi Batik Cirebon

Jakarta Raya / Perajin Makin Mudah Jualan

Jakarta Raya / Ribuan Penari Meriahkan Indonesia Menari

Jakarta Raya / Ide Perajin untuk Kampung Jaksel

Jakarta Raya / Aplaus untuk Pejuang Batik


Baca Juga !.