Mhyajo Suguhkan Bunga Untuk Mira

INDOPOS.CO.ID – Sukses menggelar pagelaran kultural bertajuk Colors of Indonesia di Garuda Wisnu Kencana, Bali. Mia Johannes menyuguhkan Drama Pop Musical berjudul Bunga untuk Mira.

Drama pop musical yang terinspirasi dari cerita rakyat, Bawang Merah & Bawang Putih tersebut bakal dipanggungkan pada 22 dan 23 Desember 2018 di Teater Besar Taman Ismail Marzuki.

Baca Juga :

Hebat, 590 Ribu Kopi Terjual Dalam Sehari

”Ini adaptasi yang saya balut dalam imajinasi fiksi ilmiah. Saya pun mengganti nama dua tokoh utama menjadi Mira dan Puti,” ujar Mia Johannes di kawasan Jakarta Pusat, belum lama ini.

Penuh Aroma Jazz Fantasi, Mhyajo-sapaan akrbanya,- mengemukakan Bunga untuk Mira dikemas berbeda dengan teater musikal pada umumnya. Selain dramanya penuh konflik, cinta, ambisi hingga kematian akan dibalut dalam kemasan kekinian.

Baca Juga :

Sudah 28 Tahun ‘Rindu Ini’ Terpendam

”Khusus untuk urusan musiknya akan digarap dengan genre jazz fantasi dan memasukan unsur teatrikal dengan plot twist yang tidak disangka – sangka di akhir babak. Inilah yang akan membuat musikal ini berbeda,” jelas Mhyajo.

Untuk merealisasikan ide cemerlang itu, Mhyajo menggandeng Mondo Gascaro, yang akan menangani musik. “Mondo itu… salah satu musisi yang memiliki ide dan mampu membuat karya-karya cerdas. Musiknya agak agak minor gitu,” kata Mhyajo memuji Mondo.

Baca Juga :

‘Hoolala’, Kaya Unsur Budaya Indonesia

Untuk menggarap musik proyek ini, Mondo menyebut akan menggarapnya seperti tradisional musical broadway, ”Tapi saya dibebaskan memberikan sentuhan apapun, mulai dari modern, pop dan sampai dark. Saya pun menyebutnya sebagai jazz fantasi,” terang Mondo yang menyebut ide-ide Mhyajo selalu ajaib.

Pop Musical Bunga untuk Mira menghadirkan beberapa pemain dari beragam profesi. Mereka adalah Shae (penyanyi) Daniel Adnan, Dea Panendra, Johan Yanuar juga Maya Hasan. Beberapa nama turut mendukug acara ini, yakni Risdo Sinaga (direktur tehnis), Iwan Hutapea (penata cahaya) bekerjasama dengan penata visual, Alexander Triyono.

Untuk urusan kostum telah dikonsepkan dan diproduksi oleh Kleting Titis Wiganti (pembawa brand KLE), sementara untuk urusan aksesoris, hasil karya cemerlang Andi Yulianti (House of Jealouxy) yang akan dikenakan para pemain.

Untuk urusan tata gerak, Mhyajo memilih koreografer muda Ufa Sofura sebagai orang yang paling tepat menangani pertunjukan ini. Penasaran…dengan kisah Bawah Merah Bawah Putih versi Mhyajo? Pesan tiketnya dari sekarang. Pertujukan ini akan berlangsung 2 hari, dengan dua kali pertunjukkan dalam sehari. (ash)

Komentar telah ditutup.