Saya Berani Saya Sehat Tema Hari Aids 2018 

INDOPOS.CO.ID – Hari AIDS Sedunia diperingati setiap 1 Desember, yang dimaknakan sebagai peringatan atas tingginya kasus HIV di Indonesia. Berbagai kegiatan dilakukan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) diantaranya Seminar Nasional, di Papua 22 November lalu.  

Di Indonesia perkembangan kasus HIV dan AIDS menunjukkan kecenderungan meningkat. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan pada 2017 secara kumulatif terdapat 102.667 kasus AIDS dan 280.623 kasus HIV positif.  Berdasarkan sensus penduduk pada 2010 penduduk Indonesia usia muda berjumlah sekitar 25 persen dari total penduduk Indonesia. Mereka rentan terhadap bahaya HIV dan AIDS serta narkoba. Permasalahan lain adalah rendahnya pengetahuan penduduk khususnya remaja tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR),

“Rangkaian peringatan hari AIDS Sedunia tahun 2018 bertemakan “Saya Berani, Saya Sehat!  Menjadikan generasi bangsa sehat diperlukan perhatian, komitmen dan dukungan nyata dari semua pihak dalam pencegahan dan pengendalian HIV AIDS,” ujar Plt Kepala BKKBN, Sigit Priohutomo, Sabtu (1/12/2018). 

Lebih lanjut mengatakan dukungan lainnya adalah 
penyebaran informasi yang benar tentang HIV AIDS kepada masyarakat. Hal itu dapat meningkatkan kepedulian dan peranan aktif dari masyarakat agar tidak ada lagi stigma dan diskriminasi terhadap orang yang terkena HIV/AIDS (ODHA).

Menurut Sigit, salah satu program pencegahan penularan HIV adalah pencegahan penularan dari ibu ke anak (PPIA).  “Lewat program ini, kita dapat menyelamatkan generasi penerus dari penularan HIV. Ibu hamil dengan HIV diharapkan sedini mungkin minum ARV selain untuk menghindarkan penularan HIV kepada bayinya juga menghindarkan bayi yang dilahirkan mengalami kekerdilan (stunting),” jelasnya.  

Sigit juga menghimbau peringatan Hari AIDS Sedunia tahun 2018 ini dapat dijadikan momentum gerakan masyarakat untuk bersama sama peduli tentang HIV, memahami pentingnya melakukan tes HIV. Sehingga, status HIV dapat segera diketahui, dan bila positif dapat segera mendapatkan pengobatan. Serta berubahnya paradigma masyarakat terkait HIV AIDS, dari penyakit yang ditakutkan serta mematikan menjadi penyakit kronis yang dapat dikelola dan ada obatnya.

Grafis pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS:
 
1) Bagi yang belum pernah melakukan perilaku berisiko, pertahankan perilaku aman (dengan tidak melakukan perilaku seks berisiko atau narkoba suntik). 
2) Bila sudah pernah melakukan perilaku berisiko, lakukan tes HIV segera!. 
3) Bila tes HIV negatif, tetap berperilaku aman dari hal-hal yang berisiko menularkan HIV. 
4) Bila tes HIV positif, selalu gunakan kondom saat berhubungam seksual, serta patuhi petunjuk dokter dan minum obat ARV, agar hidup tetap produktif walaupun positif HIV. 
5) Jika bertemu ODHA, bersikap wajar dan jangan mendiskriminasi atau memberikan cap negatif, dan berikan dukungan. 
6) Jika berinteraksi dengan ODHA, jangan takut tertular, karena virus HIV tidak menular baik itu melalui sentuhan, keringat, maupun berbagi makanan. HIV hanya menular melalui cairan kelamin dan darah. (nel/adv)

Komentar telah ditutup.