Minggu, 16 Desember 2018 08:43 WIB

Nusantara

Resmikan Kedai Kopi Abah, Putra Cawapres Ma'ruf Amin Ajak Santri Berwirausaha

Redaktur: Heryanto

usai acara launching Kedai Kopi Abah. foto: dok panitia

INDOPOS.CO.ID - Santri Millenial Center (Simac) konsisten menjalankan program pemberdayaan ekonomi umat. Setelah di awal November lalu melakukan launching Kedai Kopi Abah di Bekasi, kini demam Kopi Abah mulai mewabah kalangan santri dan kaum muda di Cirebon, Jawa Barat.

Kegiatan launching Kopi Abah di Cirebon merupakan rangkaian acara yang akan dilaksanakan di beberapa titik kota lain di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Depok,  Bali, Pasuruan, Probolinggo, Tangerang, NTT serta Papua.

“Kopi Abah ini diharapkan bisa menjadi kail untuk para santri dan juga kaum muda untuk terjun ke dunia wirausaha. Apalagi bagi santri kopi sudah sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari,” kata Presiden Direktur Simac, Gus Rohman di Cirebon, Kamis (29/11/2018).

Selain launching, diselingi juga diskusi tentang “Arus Baru Ekonomi Indonesia”. Hadir sebagai pembicara Gus Syauqi Maruf Amin (pembina Simac) dan Febri Wibawa Parsa, Sekretaris Jenderal Asosiasi Kelompok Usaha Rakyat Indonesia (AKURINDO).

Gus Syauqi memaparkan, penting untuk mendorong anak-anak muda terutama kalangan santri menggeluti dunia wirausaha. Potensi anak muda yang begitu besar ini ditangkap oleh Simac untuk menjadi wadah berdiskusi, bertukar pikiran, dan memulai aksi untuk berwirausaha dalam Gerakan Santri Wirausahawan (Gus Iwan).

“Saya mengajak santri dan kaum muda di Cirebon untuk mulai berwirausaha dengan bergabung dalam Gus Iwan. Sudah saatnya, Pondok Pesantren tak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama tapi juga tempat belajar menggeluti dunia usaha,”ujar putra K.H Mar’uf Amin ini.

Febri Wibawa Parsa menerangkan bahwa gerakan santri wirausaha direspon sangat baik oleh para santri. AKURINDO akan mendukung dan ikut mewujudkan target Simac yang akan melahirkan sejuta santri usahawan di seluruh Indonesia.

“Kami punya produk asuransi mikro. Para santri juga membutuhkan asuransi dalam berusaha. Karena unit usaha mikro ini sangat butuh untuk didampingi baik dalam akses modal sampai akses pasar. Dengan adanya asuransi akan memberikan kenyamanan bagi para calon pendukung akses modal,”kata Febri.

Di akhir acara, Simac memberikan kartu Gus Iwan terhadap sepuluh santri dan santriwati di Cirebon. Kartu anggota SIMAC ini bias difungsikan untuk akses modal, pelatihan, dan pembinaan hingga pengurusan izin usaha.

Simac adalah wadah perjuangan santri di dalam membangun ekonomi kerakyatan berbasis keumatan. Wadah ini menargetkan jutaan santri usahawan di seluruh Indonesia.

Sebagaimana komitmen kiai Ma’ruf Amin dalam mencetak generasi tangguh yang Islami dengan menciptakan produk halal dan tidak ada riba. (adl)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kedai-kopi-abah #santri-berwirausaha 

Berita Terkait

IKLAN