Nasional

Muslimat NU Sikapi Iklan Susu Kental Manis

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Muslimat NU Sikapi Iklan Susu Kental Manis - Nasional

KRITIS-Diskusi "Membangun Generasi Emas Indonesia 2045, Bijak Menggunakan SKM. FOTO: DHIKA/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dan Pimpinan Wilayah Muslimat NU Surabaya, merekomendasikan agar iklan susu kental manis (SKM) yang menyebutkan sebagai susu dan disajikan sebagai minuman tunggal dihapuskan dari tayangan media televisi. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) diminta tegas menindak produsen SKM.

Rekomendasi itu mengemuka dalam diskusi "Membangun Generasi Emas Indonesia 2045, Bijak menggunakan SKM" di SMA Khadijah, Surabaya pada Minggu (2/12/2018). Diskusi digelar oleh YAICI bekerja sama dengan Muslimat NU.

"Iklan SKM sebagai susu sudah mengelabui kita puluhan tahun, saatnya iklan itu dihapuskan. BPOM juga harus tegas menindak produsen yang melecehkan aturan," ujar Ketua PW Muslimat NU Jawa Timur, Masruroh Wahid, melalui keterangannya, Senin (3/12/2018).

Muslimat mempertanyakan kenapa hingga kini terang-terangan. Padahal sudah ada aturan yang jelas dari BPOM bahwa produk ini tidak cocok untuk bayi di bawah 12 tahun, bukan pengganti ASI dan bukan satu-satunya sumber gizi. "Kalau produsen berani beriklan tidak jujur, tidak sesuai dengan peruntukan berarti ada yang salah dengan kebijakan," kata Masruroh.

Menanggapi hal itu, Ahli Madya Pengawas Farmasi dan Makanan BPOM Provinsi Jawa Timur Yuli Ekowati mengatakan, tugas ibu-ibu melaporkan ke badan POM jika ada produsen yang tidak mengikuti aturan sehingga BPOM bisa menindak.

Ia menuturkan, BPOM kadang tidak mengekpose kasus-kasus yang ditangani karena takut menimbulkan keresahan. "Tapi jika sudah keterlaluan BPOM akan memberitahukan secara terang-terangan," ucap Yuli.

Sementara, Ketua VII Bidang Kesehatan Sosial PP Muslimat NU Erna Yulia Soefihara, mengatakan PP Muslimat NU akan terus mendorong jamaah muslimat untuk mensosialisaikan bijak menggunakan SKM.

"Karena jamaah muslimat NU kan mayoritas ibu-ibu yang memilki peran penting dalam hal edukasi. Minimal di dalam keluarga ia bisa menginformasikan masalah untuk perbaikan gizi anak dan pencegahan stunting," tukas Erna.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Kohar Hari Santoso menyatakan, SKM hanya cocok untuk topping bukan untuk pengganti ASI. Karena itu, konsumen perlu periksa kemasan. Baca label cek juga no.izin edar/produksi. "Saya mengapresiasi kegiatan sosialisasi SkM bukan susu, karena ini sangat penting agar masyarakat bisa teredukasi," kata Kohar. (dan)

Berita Terkait

Daerah / BPOM Sita Pangan-Kosmetik Ilegal

Ekonomi / BPOM Sita Makanan Kadaluwarsa Senilai Rp 3,4 Miliar

Megapolitan / Parah, Tanggal Kedaluarsa kok Diubah

Daerah / Sita Makanan Berformalin dan Boraks

Nasional / Garam Kristal Siap Ekspor

Nasional / 18 Tahun Melayani, BPOM telah Luncurkan 7 Aplikasi Pelayanan Publik


Baca Juga !.