Nasional

Pihak Istana Bantah Intervensi Pemilihan Ketum Pemuda Muhammadiyah

Redaktur: Redjo Prahananda
Pihak Istana Bantah Intervensi Pemilihan Ketum Pemuda Muhammadiyah - Nasional

Ali Mochtar Ngabalin. Foto : Dok. INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Pihak Istana Negara membantah melakukan intervensi atau terlibat dalam pemilihan ketua umum Pemuda Muhammadiyah XVII yang telah berakhir beberapa waktu lalu.

"Apa urusannya Pemuda Muhammadiyah dan ketum itu terpilih dengan urusan Istana, coba? Memang Istana mengkoordinir organisasi-organisasi pemuda?," cetus Deputi IV Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin saat ditemui di Bilangan Epicentrum Kuningan Jakarta, Senin (3/12/2018).

Ia lantas mempertanyakan gosip miring yang selalu dikait-kaitkan atau dituduhkan ke istana. Ngabalin mengatakan, agar orang yang menyebar gosip semacam itu untuk berpikir sebagai manusia-manusia yang memiliki peradaban tinggi.

Selain itu, Ngabalin berpesan agar mereka bisa menerima sebuah kenyataan dalam kompetisi mencari ketua umum. "Kalau anda tidak terpilih kemudian jagoan anda tidak terpilih, sebutlah Dahnil (Ketua Pemuda Muhammadiyah sebelumnya karena Dahnil ada dipasangan nomor urut 2 kemudian tidak terpilih, itu (harusnya) pakai cara berpikir manusia yang memliki peradaban," papar Ngabalin.

Ia menegaskan, untuk tidak menuding-nuding sembarangan pada hal yang tidak jelas seperti pemilihn ketum dilakukan dengan menggunakan uang dari istana. Ngabalin justru menyarankan agar Dahnil menyiapkan pembelajaran yang baik kepada para kadernya di Pemuda Muhammadiyah.

Ngabalin juga menanggapi adanya kabar Presiden Jokowi bertemu dengan pimpinan Muhammadiyah jelang puncak pemilihan ketum. Kata dia, Jokowi berhak bertemu dengan siapapun.

"Siapa saja, jangankan Muhammadiyah jangankan NU, kalau ada organisasi anak bangsa dan tokoh tokoh bangsa di negri ini yang mau berjumpa dengan presiden atau presiden mau berjumpa dengan mereka sesuatu yang normal dan wajar," paparnya.

Lalu dengan terpilihnya Sunanto sebagai ketum Pemuda Muhammadiyah yang baru, Ngabalin juga membantah pihak istana pernah bertemu dengannya. Ia justru tidak tahu sosok yang karib disapa Cak Nanto itu seperti apa.

"Nanto itu makhluk yang mana. Saya tidak tahu orangnya," tandasnya.

Sebelumnya, Tokoh Muhammadiyah Amien Rais mengungkap fakta-fakta setelah ada lima orang menemuinya. Kelima orang itu mengaku dipanggil Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti.

Kelima orang ini diminta untuk tidak mencalonkan diri sebagai kandidat Ketum Pemuda Muhammadiyah. Kelima orang itu mengaku diminta untuk memilih Sunanto yang akhirnya jadi yang terpilih.

"Diundang oleh Pak Haedar Nashir dan satunya Pak Abdul Mukti, 'Eh tolong kamu jangan maju, pilih saja Sunanto.' Menurut saya, ini adalah sebuah peristiwa yang luar biasa," ungkap Amien dalam video yang beredar di kalangan PP Muhammadiyah, Jumat (30/11/2018).

"Ada pesanan kekuatan yang betul-betul berbahaya buat Islam lewat ketum dan Sekjen Muhammadiyah meminta kadernya itu suruh mundur," lanjut Amien. (jaa)

Baca Juga


Berita Terkait

Headline / Pemuda Muhamamdiyah Sebut Bentuk Terorisme

Nasional / Timses Jokowi-Ma'ruf Pertanyakan Uang Rp 2 M Pemuda Muhammadiyah

Nasional / Harus Tingkatkan Kemampuan

Politik / Ditawari Jatah Menteri, Demokrat Tertawakan Ngabalin


Baca Juga !.