Total Sport

Berakhir Imbang, Promotor Keberatan

Redaktur: Riznal Faisal
Berakhir Imbang, Promotor Keberatan - Total Sport

MENGELUH-Tyson Fury (kanan) memeluk lawannya Wilder dalam pertandingan keduanya yang berakhir tanpa pemenang dan ini membuat promoter Fury keberatan.FOTO:AFP

INDOPOS.CO.ID - Promotor Frank Warren dan Dewan Pengawas Tinju Inggris (British Boxing Board of Control) dan (BBBC) keberatan atas skor pertandingan gelar kelas berat WBC antara Tyson Fury melawan Deontay Wilder yang berakhir imbang. Warren menyebut kemenangan Fury sudah dirampok hakim penilai.

Seperti diketahui, tak ada pemenang pada duel Fury vs Wilder di Staples Center, Los Angeles, Sabtu malam (1/12) waktu lokal atau Minggu siang (2/11) WIB. Tiga hakim di sisi ring memberikan skor 115-111 untuk Wilder, 114-110 untuk Fury, dan hasil imbang 113-133.

Warren meyakini Fury berhak atas gelar WBA yang masih tetap disandang Wilder, lantaran memiliki Fury banyak pukulan bersih dan masuk ke tubuh Wilder, kendati sempat mencium kanvas dua kali di ronde sembilan dan 12.
Kemenangan Fury akan mewakili salah satu comebacks terbaik dalam sejarah olahraga, dan promotor Fury serta BBBC akan bergerak untuk melindungi kepentingan petarung mereka. Warren dan BBBC mengajukan ke Dewan Tinju Dunia (WBC) untuk tanding ulang.

“Saya sudah berbicara dengan Charlie Giles, presiden British Boxing Board of Control, pihak mereka, bersama dengan kami, dan akan menulis kepada WBC meminta agar mereka melihat apa yang terjadi di sana dan untuk diadakan pertandingan ulang. Hakim Meksiko (Alejandro Rochin) salah. Saya benar-benar kasihan pada Tyson Fury. Dia telah dirampok dan itu tidak benar," kata Warren dilansir The Sydney Morning Herald.

Ini pertama kali Fury tidak menang, setelah sebelumnya memegang rekor 27 pertandingan tak pernah kalah dengan 19 kemenangan KO. Pertandingan melawan Wilder lebih menghibur ketimbang dia bentrok melawan Vladimir Klitschko.

"Ini adalah penampilan yang luar biasa, jika saya mengatakannya sendiri. Saya sangat senang dengan pertarungan itu, tetapi begini, jika saya tidak jatuh dua kali dalam pertarungan itu, dan di salah satu kartu penilaian hakim saya tetap dikalahkan, itu artinya dia perlu diberi sanksi dari tinju selamanya karena dia jelas tidak bisa menilai,” ujar Fury.

“Saya belum pernah melihat keputusan yang lebih buruk dalam hidup saya. Saya tidak tahu apa yang diperjuangkan oleh para hakim itu. Orang yang memberikannya 115-111, saya tidak tahu apa yang dia tonton. Ini bukan yang pertama terjadi,” kecam Fury.

Itu keputusan, lanjut dia, yang buruk seperti Lennox Lewis-Evander Holyfield pertama bertarung, pada 1999. “Tapi siapakah saya untuk mengatakan apa-apa? Saya hanya seorang pejuang, saya bukan hakim,” keluhnya.

Tyson Fury pamer wajah lebam-lebam ke media dan media sosial setelah pertarungannya melawan Deontay Wilder berakhir imbang. Di balik aksi pamer wajah penuh lebam, ada pesan yang ingin ingin disampaikan petinju tersebut. “Saya ingin menunjukkan kepada dunia bahwa saya dapat kembali (comeback). Saya melakukannya untuk kalian," kata petinju asal Kota Manchester.

Petinju asal Kota Manchester berjuluk Gypsy King disebut punya masalah mental di mana dia tidak dapat mengendalikan emosinya. Hal itu pula yang membuat Tyson kehilangan sabuk juara dunia yang pernah ia raih beberapa tahun lalu. “Saya melakukan ini (comeback) untuk semua orang di luar sana yang memiliki masalah mental yang sama dengan apa yang saya alami,” tutupnya. (sha/snc/jpg)

Berita Terkait

All Sport / Canelo Buktikan Prediksi

Total Sport / Jatuh 2 Kali, Hakim Nilai Imbang


Baca Juga !.