Minggu, 16 Desember 2018 08:52 WIB

Politik

Bikin Pernyataan Soal Reuni 212, Dua Komisioner Bawaslu Dilaporkan ke DKPP

Redaktur: Dani Tri Wahyudi

TAK TERIMA-Seorang warga, Abdul Fakhridz melaporkan dua komisioner Bawaslu. Foto : Jaa Rizka Pradana / INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Seorang warga bernama Abdul Fakhridz melaporkan Komisioner Bawaslu RI Ratna Dewi Pettalolo dan Komisioner Bawaslu DKI Jakarta Puadi ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Rabu (5/12/2018).

Keduanya dilporkan lantaran dianggap membuat pernyataan pers tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu terkait  aksi damai reuni 212 di Monas, Minggu (2/12/2018). Kala itu, keduanya menyatakan tidak ada pelanggaran pemilu dalam aksi yang melibatkan jutaan umat muslim.

"Kami melaporkan ke DKPP agar segera dilakukan pemanggilan, pemeriksaan kemudian memutus dan memberi sanksi apabila aduan kami terbukti," ucap Fakhridz usai mendaftarakan aduannya di Kantor DKPP jalan MH.Thamrin 72 Jakarta Pusat.

Ia menjelaskan, seharusnya dua penyelenggara pemilu itu tidak langsung membuat pernyataan pers secara kelembagaan. Akan tetapi mereka menunggu adanya aduan lalu menverikasi dan mendalaminya secara cermat. Terlebih, kata Fakhridz, keduanya hanya memantau melalui siaran langsung tv.

"Mereka tidak etis memberikan pernyataan pers, ada tidaknya dugaan pelanggaran pemilu," nilai Fakhridz. Ratna dan Puadi dinilai melanggar kode etik penyelenggara pemilu atas pernyataan mereka ke salah satu media online. Keduanya, diduga melanggar pasal 9, 11 dan 15 huruf (f) Peraturan DKPP Nomor 2 tahun 2017 tentang profesionalitas dan sikap penyelenggara pemilu.

Adapun laporan yang dibuat Fakhridz telah teregister di DKPP dengan tanda terima nomor 01-05/XII/PP.01/2018. Sementara barang bukti yang diajukan berupa screenshoot salah satu media online dan saksi."Jadi secara formal memenuhi, bukti surat dan saksinya kita ajukan," pungkasnya. (jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #reuni-212 #komisioner-bawaslu #dkpp 

Berita Terkait

IKLAN