Minggu, 16 Desember 2018 08:57 WIB

Headline

Derita Hiu Sutra

Redaktur: Juni Armanto

KONDISI MATI-Seekor ikan Hiu Sutra yang diperdagangkan di pasar ikan Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Rabu (5/12). FOTO: CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP

INDOPOS.CO.ID - Beberapa warga Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Rabu (5/12) tampak tercengang melihat seekor ikan Hiu jenis Sutra atau Silky Shark (Carcharhinus falciformis) dalam kondisi mati di atas motor. Ikan Hiu Sutra tersebut memang tampak diperdagangkan di sebuah pasar.

Hiu Sutra merupakan sebuah spesies hiu yang ditemukan di zona pelagik dan perairan dangkal di berbagai penjuru dunia. Sutra adalah hiu terbesar dalam genis Carcharhinus, dengan ukuran mencapai 346 kilogram dan panjang 3,5 meter. Kisaran panjang pejantan sekitar 1,8 meter hingga 2,1 meter, sedangkan betina mempunyai kisaran sekitar 2,1 meter hingga 2,3 meter. Secara umum Hiu Sutra hidup soliter, meski demikian, Hiu ini telah diketahui dapat hidup secara berkelompok. Mereka memangsa berbagai jenis ikan, cumi-cumi, kepiting

Hiu Sutra merupakan jenis yang paling sering dijual di Indonesia. Sayangnya, meski populasinya semakin berkurang, namun jenis hiu tersebut belum masuk kategori Hewan Dilindungi.

Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut (KKHL) Ditjen Pengelolaan Ruang Laut (PRL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Andi Rusandi mengatakan, banyak pihak yang suka salah kaprah menginformasikan tentang spesies satwa yang dilindungi. ”Di Indonesia lebih dari 200-an jenis Hiu. Jadi kalau jenis Hiu Sutra tidak masuk dalam kategori Yang Dilindungi,” jelasnya saat dihubungi INDOPOS, Rabu (5/12) malam.

Andi Rusandi menambahkan, semua jenis Paus memang masuk dalam kategori Yang Dilindungi di Indonesia, termasuk jenis Hiu Paus. Sementara Hiu Martil dan Coboy, di Indonesia tidak masuk dalam kategori yang boleh ditangkap, tapi tak boleh dieskpor.

Berdasarkan peraturan pemerintah ikan atau hewan yang dilindungi antara lain Ikan Terubuk (Tenualosa macrura) sesuai Kepmen KP No 59/2011, Ikan Hiu Paus (Rhincodon typus)
Sesuai Kepmen Kp No 18/2013, Ikan Napoleon (Cheilinus undulatus) sesuai Kepmen Kp No 37/2013, Ikan Pari Manta (Manta sp) sesuai Kepmen Kp No 4/2014, Bambu Laut (Kepmenk KP 46 tahun 20140, Ikan Terubuk (Tenualosa ilisha) sesuai Kepmen KP No 43/2016, BCF (Kepmen KP No 49/2018), dan Larangan Ekspor Hiu Coboy dan Hiu Martil (Permen KP No 5/2018).

Berdasarkan data Kementerian Keluatan dan Perikanan (KKP) selama 15 tahun terakhir terjadi penurunan populasi ikan hiu hingga 28 persen di Indonesia. Bycatch and Sharks Conservation Coordinator WWF Dwi Ariyoga Gautama mengatakan, menurunnya jumlah populasi ikan hiu dari berbagai macam spesies disebabkan lantaran masih massifnya perdagangan ikan hiu di Indonesia. Ini baik untuk konsumsi domestik maupun untuk ekspor.

Dia menambahkan, daging ikan hiu memiliki karakter yang lembek, sehingga dalam memasaknya juga diperlukan pengolahan khusus. "Makanya demi ‘Save Our Shark’, kami sarankan agar hiu tak lagi untuk jadi konsumsi karena populasinya semakin langka terancam punah," tandasnya. (nel/ika/jpc/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #hiu-sutra 

Berita Terkait

IKLAN