Minggu, 16 Desember 2018 08:06 WIB

Nasional

Presiden Ingin Guru Jadi Kunci Pembangunan SDM

Redaktur: Ahmad Nugraha

BERCENGKERAMA - Presiden mengundang PGRI membahas masalah guru di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (5/12).FOTO:Deputi Protokol dan Pers Istana Merdeka for Indopos

INDOPOS.CO.ID - Kualitas dan peranan guru menjadi kunci dalam program pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang akan menjadi fokus pemerintah di tahun 2019. Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo ketika bertemu pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (5/12).

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Sementara dari PGRI hadir Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Unifah Rosyidi beserta jajaran pengurus.

Oleh karena itu, Kepala Negara ingin mendengarkan langsung mengenai pandangan dan saran-saran dari PGRI untuk dapat meningkatkan kualitas para guru guna mendukung pembangunan nasional.

“Kami ingin diberikan pemikiran dan rekomendasi-rekomendasi apa yang harus kita kerjakan dalam jumlah yang besar dalam melompatkan peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah. Saya meyakini hal ini menjadi kunci bagi pembangunan sumber daya manusia yang ada di negara kita,” tuturnya.

Sebelumnya, dalam peringatan Hari Guru Nasional dan HUT ke-73 PGRI, Kepala Negara mengundang PGRI untuk beraudiensi mengenai pemikiran dan persoalan yang dihadapi para guru dalam hubungannya dengan program pembangunan sumber daya manusia di tahun 2019.

“Hari ini kami mengundang bapak, ibu sekalian untuk mendengar lebih detail lagi aspirasi dan mungkin hal-hal yang bisa kita kerjakan bersama-sama dengan PGRI. Terutama terkait yang akan kita mulai tahun depan. Kita ingin menggeser strategi besar pembangunan kita, yang sebelumnya pembangunan infrastruktur, kita geser ke strategi pembangunan sumber daya manusia secara besar-besaran,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) meminta Presiden Joko Widodo menyelesaikan berbagai masalah yang menimpa tenaga pendidik. Hal ini disinggung dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-73 PGRI.

"Kami berharap ada berita gembira dari Pak Presiden," kata Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 1 Desember 2018.

Unifah menyebut hingga triwulan ini, tunjangan profesi guru (TGP) masih tersendat. Dia juga ingin pemerintah memerhatikan masalah pengangkatan bagi guru yang telah lama mengabdi. Dia berharap tata kelola guru ke depan lebih baik. Pemerintah diminta memerhatikan guru, hingga ke guru daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), guru swasta, PAUD, TK, dan honorer.

Menjawab harapan guru, Jokowi berjanji, mengundang PGRI ke Istana minggu depan. Dia bakal membahas segala permasalahan yang selama ini menghantui kehidupan para guru. (nas)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pendidikan #pgri #sdm 

Berita Terkait

Bangun Kota Terintegrasi

Nasional

Profesi Akuntan Harus Melek Digital

Nasional

Peringati Hari Nusantara, Menlu Beri Kuliah

Nasional

Pendidikan Antikorupsi Sejalan dengan PPK

Nasional

Hidupkan Budaya Literasi Lewat Djong Maca

Nasional

Ukir Prestasi Sayembara Arsitek Tingkat Nasional

Nasional

IKLAN