Minggu, 16 Desember 2018 08:32 WIB

Nasional

1400 Sekolah Terpencil Sudah Bisa Akses Internet

Redaktur: Ahmad Nugraha

MENERANGKAN – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy saat diwawancarai awak media terkait kemajuan Teknologi Informasi Komunikasi di Jakarta, Selasa (4/12).FOTO:Nasuha

INDOPOS.CO.ID - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengklaim kemajuan Teknologi Infomasi Komunikasi (TIK) berdampak signifikan terhadap pendidikan. Karena, keberadaan TIK menjadi peluang dan tantangan.

"TIK dapat membantu pekerjaan menjadi lebih efisien, efektif, lebih mudah dan sederhana," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy di Jakarta, Selasa (4/12).

Dengan pendidikan 4.0, menurut Muhadjir, bisa menutup kesenjangan dalam penyediaan akses pendidikan yang berkualitas di daerah yang terisolasi. Pasalnya, pemerintah telah menyediakan akses informasi, komunikasi, dan teknologi. "Kami siapkan program Universal Service Obligation (USO) dan pelatihan rumah belajar ke guru di daerah," katanya.

Ia menjelaskan, untuk melaksanakan program tersebut Kemdikbud melibatkan Kemenkoinfo dan stakeholder lainnya. Hingga tahun ini, lebih dari 1.400 sekolah di daerah terpencil terhubung dengan akses internet.

"Kami juga mengadopsi portal Rumah Belajar untuk sekolah menengah dan kejuruan. Dan baru Provinsi Bali yang pertama menggunakan portal ini," bebernya.

Sementara, Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom), Kemendikbud Gogot Suharwoto menambahkan, tantangan utama pembelajaran era 4.0 ada tiga yang paling utama. Antara lain, kesenjangan kompetensi guru, kesenjangan geografis dan kesenjangan generasi antara murid dan guru. Menurut Gogot baru 40 persen saja guru yang siap mengajar dengan teknologi 4.0.

"Kami punya data, ini guru non TIK. Kalau geografis, kita lengkap dari kota hingga desa. Dan kita wajib menyiapkan, agar tidak ada kesenjangan," katanya.

Gogot menyebutkan, pihaknya secara teratur memberikan pelatihan kompetensi kepada 10 ribu guru setiap tahun. Sementara untuk mengurangi gap antar daerah, menurut Gogot pihaknya memberikan akses kepada sekolah-sekolah di daerah terpencil. "Sudah 1.474 sekolah yang bisa mengakses program USO. Dan mereka di daerah terpencil," ungkapnya. (nas)


TOPIK BERITA TERKAIT: #tik #kemendikbud #pendidikan-40 

Berita Terkait

UN Tolak Ukur Mutu Pembelajaran

Nasional

Sistem Zonasi Harus Dipertahankan

Nasional

PLN Satu-satunya BUMN Peraih Penghargaan Kemendikbud

Nasional

Mapel PMP Diterapkan Lagi

Nasional

Racik Panduan PMP Zaman Now

Nasional

IKLAN