Indobisnis

Jangkau Masyarakat Unbanked, Fintech Gaet Aplikasi Tanda Tangan Digital

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Jangkau Masyarakat Unbanked, Fintech Gaet Aplikasi Tanda Tangan Digital - Indobisnis

PELUANG BESAR- Vice President Amartha Aria Widyanto (tengah) dan Co Founder PrivyID Adi Saputro (kiri) dalam acara kerja sama fintech di kawasan Blok S, Jakarta Selatan. Foto: DOK PANITIA UNTUK INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Perusahaan fintech peer to peer (P2P) lending Amartha dan startup penyedia tanda tangan digital PrivyID bekerja sama untuk membantu dan menjembatani masyarakat unbanked di daerah pelosok. Dengan demikian, bisa mengurangi penggunaan kertas dan pemoresan dokumen lebih efesien tanpa mengorbankan proses know your customer (kyc).

PrivyID merupakan startup tanda tangan digital, menghadirkan teknologi yang memberikan fasilitas tunggal terintergarsi secara universal di dunia digital bagi penggunanya. Sedangkan Amartha merupakan perusahaan penyedia jasa pinjaman berbasis teknologi.

Vice President Amartha Aria Widyanto, mengatakan bahwa pihaknya memiliki agen lapangan tersebar di 108 lokasi daerah pelosok dengan rata-rata dua puluh ribu kontrak baru per bulan. Untuk kerja sama ini bisa mencegah maladministrasi dan penipuan.

"Menggunakan tanda tangan digital akan membantu kami mengurangi paper works, datanya juga masuk secara real-time dan akhirnya menaikan efesiensi dan transparansi. Sehingga agen lapangan kami bisa fokus untuk mengedukasi warga," ujar Aria Widyanto di kawasaan Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (6/12/2018).

Sementara, menurut Co Founder PrivyID Adi Saputro menuturkan bahwa tanda tangan digital terbukti memangkas waktu pemprosesan dokumen dan jauh mengurangi penggunaan kertas pada perusahaan fintech maupun perusahaan multifinance. Kerjasama ini lebih menjangkau masyarakat unbanked.

"Walau ada tantangan, yaitu penetrasi internet yang belum merata di daerah pelosok. Tapi kami menyambut semua tantangan demi menjangkau masyarakat unbanked," terang Adi Saputro. Melalui kerjasama ini, diharapkan para startup tidak hanya memikirkan masyarakat yang berada di kota besar. Kerja sama ini berdasar tingginya jumlah masyarakat unbanked di Indonesia yang tidak terjangkau oleh bank atau lembaga keuangan. (dan)

Berita Terkait

Ekonomi / BUMN Harus Bersinergi Soal Fintech

Nasional / Fintech Ilegal Makin Menjamur

Ekonomi / Korban Pinjaman Online Bertambah

Indobisnis / Fintech Ini Beri Pembiayaan Wanita yang Tinggal di Desa


Baca Juga !.