Indobisnis

Fintech Ini Beri Pembiayaan Wanita yang Tinggal di Desa

Redaktur: Ali Rahman
Fintech Ini Beri Pembiayaan Wanita yang Tinggal di Desa - Indobisnis

Presiden Amartha Aria Widyanto saat memberikan keterangan kepada wartawan usai melakukan bekerjasama dengan startup penyedia tanda tangan digital PrivyID untuk membantu dan menjembatani masyarakat unbanked di kawasan Blok S, Jakarta Selatan, Kamis (6/12/2018). Foto: Dhika Alam Noor/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Dalam membantu masyarakat yang tidak memiliki akses perbankan atau unbanked. Perusahaan fintech peer to peer (P2P) fintech lending Amartha, juga memprioritaskan wanita yang tinggal di desa sebagai anggota peminjam modalnya untuk keperluan usaha skala mikro. Syaratnya hanya perlu menunjukan kartu tanda penduduk.

Presiden Amartha Aria Widyanto menyampaikan, peminjaman mulai Rp3 juta hingga Rp 15 juta, dengan pengembalianya selama 6 bulan hingga 1 tahun. Untuk peminjaman pertama hanya boleh untuk keperluan usaha. Pemimjaman berikutnya bisa digunakan untuk keperluan lain, seperti biaya pendidikan atau renovasi rumah.

"Karena segmennya itu, mikro atau ultra mikro. Jadi masyarakat yang tinggal di desa tidak memiliki akses perbankan kebanyakan perempuan, jadi kita ingin mengurangi kesenjangan terkait memberikan akses peminjamam. Selain meningkatkan kesejahteraan keluarga kita juga membantu agar perempuan lebih setara mereka lebih puya akses ke ekonomi," ujar Aria Widyanto di kawasan Blok S, Jakarta Selatan, Kamis (6/12/2018).

Pihaknya juga telah kerjasama dengan perbankan dengan menerapkan skema channeling (penerusan kredit dari bank). Sementara proses pencairan dana bisa dilakukan setelah anggota peminjam modal mengikuti kegiatan pelatihan bertujuan agar wanita dewasa bisa mengelola uangnya dengan baik.

"Jadi sebelum pencairan ada tranning selama tiga hari, kita tidak ingin mencairkan uang kepada orang yang belum bisa pegang uang. Maka kita latih mereka tranning wajib jadi memang ada prosesnya," kata Aria Widyanto.

Ia menuturkan, jangakaun wilayah yang telah dicapai yakni pulau Jawa dan Madura, pihaknya fokus menargetkan masyarakat yang berada di daerah. Tentu harapannya seluruh wilayah di Indonesia bisa terjamah.

"Kita untuk tahun 2019 dan tahun 2020, kita akan coba eksplore di luar jawa dan sulawesi untuk pengembangan bisnisnya," tuturnya.

Selain memberikan pembiayaan, perusahaan fintech itu melaukan kegiatan sosia. Seperti melatih mengelola keuangan. termasuk juga tahun ini yang telah melakukan pemeriksaan kesehatan dan memberikan kaca mata untuk 21 ribu orang. "kita ingin mereka sejahtera secara suspendable, makanya kita melakukan kegiatan sosial itu," tukas Aria Widyanto. (dan)

Berita Terkait


Baca Juga !.