Minggu, 16 Desember 2018 09:01 WIB

Nasional

Program Sejuta Rumah Sudah Terealisasi 100 Persen

Redaktur: Ali Rahman

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengumumkan, per 26 November 2018 program sejuta rumah telah mencapai 1.041.000 unit. Foto: Dewi Maryani/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Program Sejuta Rumah yang dicanangkan Presiden Joko Widodo sejak tahun 2015 akhirnya terealisasi 100 persen. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan hingga 26 November 2018 program sejuta rumah telah mencapai 1.041.000 unit.

Basuki mengungkapkan, selama ini tren pembangunan sejuta rumah telah menujukkan realisasi positif. Adapun pada 2015 pencapaian program sejuta rumah sebanyak 669 ribu unit, 2016 sebanyak 805 ribu unit dan 2017 sebanyak 904 ribu unit. ''Sekarang sudah tembus satu juta rumah ini menjadi tren yang sangat bagus buat kita dan kita apresiasi apa yang dilakukan Real Estate Indonesia (REI) karena bukan hanya memikirkan middle high saja,'' ujarnya saat membuka Global Business Summit yang diselenggarakan Asosiasi Real Estate Sedunia (FIABCI) di Nusa Dua, Bali, Kamis (6/12/2018).

Dia menjelaskan pada 2020 - 2024 nanti akan ada skema baru untuk memenuhi kebutuhan perumahan di Indonesia. Saat ini, banyak tantangan dalam mewujudkan program sejuta rumah tersebut terutama masalah lahan. ''Untuk ASN (aparatur sipil negara), TNI dan polri, seperti yang diperintahkan pak presiden, nanti akan dibuat skema sendiri agar mereka bisa memiliki rumah. Karena mereka selama bertugas berpindah-pindah tugas, nggak mikirin rumah, ternyata begitu pensiun nggak punya rumah. Kita sedang bicarakan lagi. Sudah ada drafnya, jadi flpp (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) diperluas jd gajinya tidak ada batasan, luasnya tidak lagi 36, mudah2an ada fasilitas lainnya misalnya bunganya lebih kecil. Diharapkan selesai bulan ini sehingga bisa diterapkan tahun depan,'' jelasnya.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid menambahkan, kebutuhan lahan yang tinggi tidak dibarengi dengan ketersediaan sehingga menyebabkan harga tanah mahal. Jika pengembang menaikkan harga maka masyarakat akan menjerit. Sebaliknya, jika tidak disesuiakan maka pengembang dirugikan.

''Kami sudah melakukan pendampingan dengan tim percepatan. Kita siapkan satgas, satgas sejuta rumah bisa juga menampung aspirasi, usulan, dan lainnya,'' kata Khalawi. (dew)


TOPIK BERITA TERKAIT: #program-sejuta-rumah #menteri-pupr-basuki-hadimuljono 

Berita Terkait

IKLAN