Minggu, 16 Desember 2018 08:05 WIB

Politik

Jokowi-Ma'ruf Amin Mampu Menjaga Kedaulatan Pangan

Redaktur: Ali Rahman

Ketua Komite Pedagang Pasar (KPP), Abdul Rosyid Arsyad.

INDOPOS.CO.ID - Pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo - Ma'ruf Amin dinilai bisa membawa Indonesia menuju kedaultan pangan jika mereka menjabat pada tahun 2019 mendatang.

“Jika kita lihat, apa yang dilakukan Joko Widodo untuk menuju ke kedaulatan pangan, itu sudah jelas, dan itu fakta tinggal penyempurnaan penyelesaian permasalahan petani dan distribusi pangan dari petani ke bulog dan bisa dengan cara penjualan pangan hasil pertanian akan kami usulkan melalui sistem online dari petani langsung ke pedagang dgn komoditas barang yang penjualannya di pasar," kata Ketua Komite Pedagang Pasar (KPP), Abdul Rosyid Arsyad saat menjadi pembicara Diskusi Nasional Konferensi BEM se - Indonesia di UIN Syarif Hidayatullah, Tangerang, Banten, Kamis (6/11/2018).

Abdul Rosyid juga menilai jika Jokowi pastinya memiliki tim yang siap untuk menjawab program kedaulatan pangan yang berimbas kesejahteraan petani dan pedagang serta rakyat.

"Saya menilai pasangan Jokowi-Amin mampu membangun tim yang kuat untuk menjaga kedaulatan pangan," bebernya.

Dia menuturkan salah satu fakta kesiapan pemerintahan Jokowi ialah Jokowi telah membenahi infrastruktur, dan juga nanti akan ada peningkatan sumber daya manusia (SDM).

"Kedaulatan pangan itu ditunjukan dengan meningkatnya produksi dari hasil pertanian itu sendiri dengan cara diselesaikannya permasalahan petani seperti normalisasi pengairan irigasi pertanian, pembukaan lahan baru, permodalan, dilengkapi sarana prasarana modern, pembatasan izin pembangunan perumahan yang menggunakan lahan persawahan dan pelatihan generasi baru penerus petani ini merupakan tahap pertama.

"Sementara Tahap kedua menyangkut masalah regulasi dan hasil panen, Tahap ketiga distribusi dari petani ke bulog atau bisa langsung ke pedagang tanpa perantara tengkulak/cukong melalui sistem online untuk memotong jalur tengkulak/cukong dan mafia pangan yang akan di gagas Komite Pedagang Pasar (KPP) sebagai strategi stabilitas harga pangan dan kesejahteraan petani bersama pedagang," lanjutnya.

Dalam tahapan pertama ini, lanjutnya, bagaimana tanaman ini di atas tanah satu hektar, menghasilkan produksi yang melimpah. “Contoh, kita tidak bisa bicara kedaulatan pangan, jika satu hektar hanya menghasilkan 5 ton gabah saja. Jika kita mau bicara soal kedaulatan pangan, per hektar ini harus meningkat,” kata Abdul Rosyid Arsyad.

“Standard kita, minimal dengan bibit yang ada, varietas yang ada, per hektar minimal menghasilkan tujuh ton. Dan fakta saat ini varietas yang ada, kita baru bisa menghasilkan lima ton gabah. Itu harus ditingkatkan menjadi tujuh ton dengan varitas yang ada, tetapi apabila ada varietas yang baik, produksi gabah kita bisa sampai 14 ton,” ungkapnya

“Jika kita berhasil dalam padi, kita akan berhasil juga pada jenis tanaman pangan yang lainnya, karena secara prinsip sama perlakuannya. Produksi jagung, tebu, umbi umbian, produksi kopi, produksi coklat, dan sayuran yang lain, akan juga naik produktifitasnya, karena itu semua adalah satu kesatuan yang dibutuhkan rakyat,” tutupnya. (jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #capres-cawapres-joko-widodo-maruf-amin #abdul-rosyid-arsyad 

Berita Terkait

IKLAN