Indobisnis

BUMN Sabet Pencegahan Korupsi

Redaktur: Syaripudin
BUMN Sabet Pencegahan Korupsi - Indobisnis

Grafis GIMBAL/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyabet penghargaan kepatuhan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Itu menyusul langkah trio usaha berpanji pelat merah itu sukses mencegah korupsi melalui Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) Tahun 2018.

Ketiga BUMN itu PT Telkom Indonesia (TLKM), PT Kereta Api Indonesia (KAI), dan PT Perusahaan Gas Negara (PGAS). Penghargaan tersebut diperoleh ketiga perusahaan itu  pada ajang Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia 2018 di Jakarta, Rabu (5/12).

”Selamat kepada Telkom, KAI, dan PGN atas penghargaannya. Itu menunjukkan komitmen tinggi UMN dalam mendukung pemberantasan korupsi di Indonesia, dengan mematuhi pelaporan harta kekayaan dan menerapkan upaya pengendalian gratifikasi di lingkungan perusahaan,” tutur Deputi Bidang Jasa Keuangan, Survei, dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo di Jakarta, Kamis (6/12).

Menurut Gatot, penghargaan itu merupakan satu dari sekian banyak apresiasi atas usaha BUMN mewujudkan tata kelola perusahaan baik dan bersih. Kementerian BUMN senantiasa mendorong seluruh BUMN supaya terus meningkatkan penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Bagi KAI, award itu kali kedua meraih predikat penghargaan tersebut. Berdasar data November 2018, Wajib Lapor KAI dan anak perusahaan tercatat sebanyak 1.039 orang. Dari jumlah itu, 1.034 orang atau 99,52 persen sudah melaporkan harta kekayaan melalui sistem online e-LHKPN. ”Menyusul penghargaan itu, kami ingin mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh karyawan KAI. Itu penting karena telah mewujudkan sikap integritas dan prinsip-prinsip GCG. Kami berharap KAI bisa memberikan andil dalam mendukung gerakan antikorupsi yang digencarkan pemerintah,” tukas Direktur Utama KAI Edi Sukmoro.

Adapun Telkom tercatat telah mengimplementasikan pengelolaan LHKPN sepanjang tahun 2018 dengan tingkat pencapaian di atas 95 persen. Dari sekitar 1.200 wajib lapor di lingkungan Telkom, sudah 98 persen telah melaporkan harta kekayaannya melalui sistem online e-LHKPN.

Direktur Human Capital Management Telkom Herdy Harman mengatakan, perseroan telah memperoleh penghargaan pengelolaan LHKPN Terbaik kali ketiga secara beruntun sejak 2016. Tahun ini, prestasi Telkom bertambah dengan koleksi penghargaan pengendalian gratifikasi. Prestasi itu merupakan wujud komitmen sebagai BUMN dan perusahaan publik menjalankan proses bisnis secara comply serta mengimplementasikan prinsip-prinsip GCG. ”Telkom sepenuhnya mendukung keyakinan pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang bebas korupsi. Kepatuhan seluruh jajaran Telkom dalam LHKPN dan pengendalian gratifikasi ini juga diharapkan dapat mendukung gerakan antikorupsi yang digencarkan pemerintah guna membangun Indonesia maju yang produktif, inovatif, dan efisien,” kata Herdy.

Sementara, award itu bagi PGN bukan untuk kali pertama. Pada tahun lalu, PGN sudah mendapat penghargaan serupa. Penghargaan itu, merupakan pencapaian membanggakan. Menjadi bukti kalau PGN sebagai penyelenggara negara secara transparan melaporkan kekayaan para pejabatnya. ”Penghargaan ini bisa dicapai berkat partisipasi dari seluruh insan PGN, mulai dari jajaran Direksi, Komisaris, hingga kepala satuan kerja beserta tim dalam penerapan pelaporan LHKPN,” tutup Rachmat. (dai/ant)

Berita Terkait


Baca Juga !.