Megapolitan

Saling Ejek di Medsos, Dua Geng Tawuran

Redaktur: Syaripudin
Saling Ejek di Medsos, Dua Geng Tawuran - Megapolitan

SALING SERANG-Polisi menunjukkan sembilan ABG pelaku tawuran yang menyebabkan satu remaja tewas dan tiga lainnya luka parah, Jumat (7/12). Foto/tumpak m tampubolon/indopos

INDOPOS.CO.ID - Polisi membekuk sembilan anggota ’Perguruan Katak Beracun’ karena terlibat aksi tawuran di kawasan Bintaro. Mereka dicokok lantaran menjadi pelaku utama aksi keributan yang melibatkan ratusan remaja asal Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan Kota Tangerang.

Apalagi, dalam aksi tawuran itu satu remaja tewas dan tiga orang luka berat. Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan mengatakan penangkapan sembilan pelaku tawuran itu setelah pihaknya mengumpulkan alat bukti dan keterangan warga yang melihat tragedi berdarah itu selama satu pekan ini.

Usai mengantongi identitas para pelaku, jajarannya langsung menjemput para remaja ini dari rumahnya masing-masing. Para pelaku tersebut, kata dia juga, masih berstatus pelajar SMP, SMK dan mahasiswa.

”Ada yang kami jemput di rumahnya di Serpong dan Ciputat. Mereka menamakan kelompoknya Perguruan Katak Beracun. Kelompok ini yang memicu tawuran di Bintaro dengan kelompok pemuda dari Kota Tangerang,” ujarnya saat ditemui di Mapolres Tangsel, Jumat (7/12/2018).  

Sembilan pelaku itu masing-masing berinisial SA, 13, MY, 15; WTP, 15; MSBI, 16; BKA, 17; SN, 17; AF, 18;  DM, 18; dan RD, 21. Sedangkan dua pelaku lainnya, B dan T masih buron dan ditetapkan polisi sebagai DPO (daftar pencarian orang).

Dari tangan para remaja itu disita sejumlah barang dalam aksi tawuran. Seperti sebilah kelewang, enam celurit, dan sebilah golok. Lalu, dua motor, dan empat handphone serta beberapa pasang pakaian. 

Dijelaskan Ferdy juga, dari hasil penyelidikan diketahui aksi tawuran dua kelompok remaja ini bermula dari saling ejek di media sosial (medsos). Tak terima ejekan itu, kedua kelompok ini lantas janjian untuk tawuran.

Aksi perkelahian berkelompok itu dilakukan di Jalan Bintaro Utama Sektor III, Kelurahan Jurangmangu Timur, Kecamatan Pondok Aren, Minggu (2/12) dini hari. ”Kelompok Perguruan Katak Beracun ini bentrok dengan genk remaja dari Ciledug,” paparnya juga.

Akibat saling serang antardua kelompok, sambung Ferdy, kelompok remaja dari Ciledug kalah dan banyak yang mengalami luka-luka. Salah satu anggota kelompok remaja dari Kota Tangerang itu tewas di lokasi kejadian. Pemuda naas itu bernama Alan Sutadi, 24.

Sedangkan tiga remaja warga Ciledug lainnya yang masing-masing berinisial AIM, 15; SDMP, 16, dan SR, 17, mengalami luka serius. Ketiganya mengalami luka bacok di kepala, pinggang dan bagian tubuh lainnya.  

”Selesai tawuran, kelompok yang kalah melarikan diri. Nah, anggota Perguruan Katak Beracun ini menjarah barang lawan mereka. Kelompok ini juga memakai air keras untuk menyerang lawannya,” ungkap juga perwira menengah Polri ini lagi.

Akibat perbuatannya, sembilan anggota Perguruan Katak Beracun ini dijerat pasal berlapis. Yakni, Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan, Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, serta pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Selain itu, para tersangka juga dijerat UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.Mereka diancam hukuman penjara 15 tahun.

Di tempat yang sama, SA, salah satu pelaku menuturkan ikut aksi tawuran maut itu karena diajak oleh para pendiri Perguruan Katak Beracun. Kegiatan mereka dalam kelompok itu kongkow dan berkumpul di wilayah Ciputat.

Kata dia, awal mula keributan tersebut dipicu ejekan dari anggota remaja Ciledug yang menyebutkan nama kelompok mereka ini tak seram. ”Diajak sama abang-abangan saya. Tidak terima karena dianggap kami ini penakut. Saya sempat bawa sajam di dalam tas saat menuju lokasi tawuran,” tuturnya.(cok)

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / Satu Korban Tewas Kecelakaan Truk Tanki BBM Belum Teridentifikasi 

Megapolitan / Truk Tanki Kecelakaan, Pertamina Terjunkan Tim Investigasi 

Daerah / KAL Kembang Bantu Pencarian Korban Tenggelam

Daerah / Sekretariat DPRD Sultra Disegel Massa

Banten Raya / Dilapori Warga, Wahidin Minta Pasien Kanker Ovarium Ditangani

Megapolitan / Ribuan Korban Kebakaran Kampung Bali Matraman Mengungsi


Baca Juga !.