wisata

Kuliner Jadi Salah Satu Pemikat Wisatawan

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Kuliner Jadi Salah Satu Pemikat Wisatawan - wisata

ULOS- Sekretaris Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut, Dewi Juita Purba (kanan) nelly MARINDA/indopos

INDOPOS.CO.ID - Pengembangan pariwisata Indonesia tidak hanya sekadar menjual destinasi.  Tapi kuliner bisa menjadi daya tarik untuk wisatawan mengunjungi satu destinasi. Tidak sedikit cita rasa kuliner khas tradisional Indonesia menjadi alasan wisatawan untuk bepergian. Hal itu diulas para praktisi pariwisata Makasar dan Sumatera Utara di acara Talkshow Sales Mission Ayo ke Toba yang digelar di Trans Studio Makassar, 7-9 Desember.

“Di Indonesia sangat banyak makanan tradisional, yang membuat satu khas daerah tertentu dan menjadi asalan wisatawan untuk berkunjung,” ujar  Pengurus Pusat Indoensia Chef Association (ICA) khusus kuliner tradisional, Chef Luky Suherman, Minggu (9/12/2018)

 Lebih lanjut Luky mengatakan tantangan yang muncul ketika daya tariknya ada Pada ke khasan bumbu dalam satu masakan membuat keunikan tersendiri. “Semisal harus memasak makanan khas Toba di Makassar, harus menggunakan bumbu asli dari nenek moyang dengan resep para sesepuh. Sejauh ini kami melihat itu sebagai tantangan tapi karena ICA ada  di seluruh Indonesia sehingga untuk kuliner tidak pernah ada kendala, sehingga meski khas daerah tertentu bisa  dinikmati semua orang,” urai Luky, seraya mengatakan letaknya pada metode memasak yang lebih membuat ke khasan satu kuliner tradisional tersebut untuk tetap terasa originalnya.

Senada dengan Luky, Sekretaris Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut, Dewi Juita mengatakan apalagi kalau bumbu bisa dibuat dalam bentuk kering maka lintas kuliner antar daerah sudah lazim terjadi. Hanya saja, untuk menikmati originalitàs tak jarang wisatawan lebih merasa abdol jika mencicipi kuliner Khas satu daerah tergenti ya ke daerah tersebut.

“Seperti Ikan mas arsik misalnya, sudah banyak kita jumlah di beberapa Wilayah itu makanan Khas Toba. Tapi kalau kita ke toba rasanya ada yang kurang jika kita tidak menikmati kuliner tersebut,” akunya. Pada sales mission kali ini, mi Gomak (kuliner mi Khas Toba) dan Ikan mas arsik Yang di kenalkan ke masyarakat Makassar. Para chef mendemokan cara memasak kedua kuliner tersebut dihadapan puluhan pengunjung yang memadati tempat sales mission Toba. Sementara untuk disert, panitia menyuhuhkan ombus ombus dan bika ambon.  Ombus-ombus merupakan makanan khas Siborong-borong salah satu destinasi tujuan di Sumut sebelum sampai kendanau Toba. Makanan tersebut terbuat dari tepung beras ketan, yang dimasak dengan balutan daun bambu atau daun pisang yang di dalamnya dibubuhkan gula merah dan kepala.

Begitu juga dengan kudapan khas Makassar, seperti sop kondro, di berbagai kota pun sudah banyak yang menjajakan. Akan tetapi tidak sedikit wisatawan yang mau berkunjung ke Makassar hanya untuk berburu kuliner. ”Kami membuktikan itu di Makassar, banyak wisatawan yang berkunjung ke sini (Makassar) karena kuliner,” ujar Ketua PHRI Sulsel, Didi Manaba. (nel)

Berita Terkait

makanmakan / Omu Soufle Curry ala Hoshino Coffee

Megapolitan / Ingatkan Budaya Betawi

makanmakan / Paduan Komplit Santan dan Bumbu Asli jadi Magnet 

Lifestyle / FJB Perkenalkan Makanan Nusantara

makanmakan / Berburu Kuliner Halal di Krabi


Baca Juga !.