Nasional

Kurangi Penggunaan Merkuri, KLHK Beri Bantuan Teknologi Pengolahan Emas

Editor: Ali Rahman

Direktur Pengelolaan B3 KLHK Yun Insiani menyerahkan secara simbolis alat ramah lingkungan pengolahan emas nonmerkuri. Foto: Jaa Rizka Pradana/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberi bantuan teknologi ramah lingkungan pengolahan emas nonmerkuri kepada kelompok penambang skala kecil di Desa Lebaksitu Kecamatan Lebakgedong Kabupaten Lebak, Senin (10/12/2018).

Direktur Pengelolaan B3 KLHK Yun Insiani mengatakan teknologi senilai Rp 1,6 milyar ini menggunakan sianida sebagai pengganti merkuri untuk memproduksi emas. Proyek ini telah berjalan sejak tahun 2017 dan baru bisa diserah terima kepada masyarakat pada tahun ini.

"Tujuan hibah alat ini tidak lain agar masyarakat memiliki peluang ekonomi yang baik serta kesehatan lingkungan dan masyarakatnya terjaga," ujar Yun dalam acara penyerahan bantuan.

Alat ini dikucurkan Ditjen Pengelolaan B3 KLHK dalam rangka pengurangan penggunaan bahan kimia merkuri yang kerap dilakukan penambang dalam memproduksi emas. Penggunaan merkuri telah dilarang sejak September 2017 karena dapat mengganggu kesehatan masyarakat sekaligus mencemari lingkungan.

Menurut Yun, merkuri memang sangat mudah untuk mengikat bijih emas. Akan tetapi sifat merkuri itu menetap, sehingga bila merkuri dipakai akan menetap dilingkungan hingga dalam tubuh manusia. Merkuri dalam tubuh manusia kerap menyerang ke sistem syaraf.

"Jadi begitu dihasilkan merkuri maka selama itu merkuri akan ada ditubuh kita, di alam dan ditanaman. Kami memiliki komitmen untuk meminimalisir hal ini," tegas Yun.

Ia mengatakan, Desa Lebaksitu dipilih mejadi pilot project karena wilayah ini telah mempunyai izin sebagai pertambangan skala kecil dan ada kemauan tersendiri dari masyarakatnya. Nantinya, KLHK bersama pemda setempat dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan memberi pelatihan penggunaan alat ini serta memberi penunjang lainnya yang dibutuhkan masyarakat.

"Semoga ini bisa dimanfaatkan secara maksimal. Kami akan terus monitor sehingga kita bisa membuat perubahan yang lebih baik lagi," kata Yun.

Kepala Desa Lebaksitu Tubagus Imron mengapresiasi pemberian bantuan teknologi ini. Ia nilai langkah pemerintah tepat untuk mengatasi permasalahan yang ada dalam pertambangan desanya.

"Dengan bantuan ini mudah-mudahan masyarakat yang kehidupannya bergantung pada hasil tambang, selain untuk ekonomi juga sangat bermanfaat untuk kesehatan," pungkasnya. (jaa)

Berita Lainnya kan