Jakarta Raya

Pembangunan Jakarta Tak Butuh CSR

Redaktur: Darul Fatah
Pembangunan Jakarta Tak Butuh CSR - Jakarta Raya

Foto : Dok. INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS) M Syaiful Jihad mengingatkan Pemprov DKI Jakarta untuk terus konsisten melaksanakan pembangunan dengan mempergunakan APBD.

Hal itu senada dengan pernyataan Gubernur Anies Baswedan di berbagai kesempatan. Yakni membangun dengan menggunakan dana APBD, bukan dengan dana corporate social responsibility (CSR).

Karena itu, diterbitkanlah Keputusan Gubernur (Kepgub) No 1042/2018 yang berisi 60 program prioritas.

“Pemprov DKI jangan meniru pemerintahan sebelumnya era yang membangun dengan menggunakan CSR. Apa karena pembangunan JPO tidak masuk dalam 60 program prioritas, sehingga dipakai anggaran yang berasal dari KLB/CSR? Sebaiknya pembangunan JPO dengan CSR itu dievaluasi lagi," ujar Syaiful, kemarin (10/12).

Apabila pembangunan menggunakan dana CSR, makan APBD tidak terserap. Kondisi demikian bisa menimbulkan pertanyaan publik.

“Jangan-jangan Gubernur Anies tidak mendapatkan laporan tentang pembangunan tiga JPO yang menelan anggaran hingga Rp 56 miliar menggunakan dana yang berasal KLB/CSR dari anak buahnya,” tegas Syaiful.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta sudah mulai mengerjakan revitalisasi tiga jembatan penyeberangan orang (JPO) di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan. Ketiga JPO itu, yakni JPO Polda Metro Jaya, JPO Gelora Bung Karno (GBK), dan JPO Bundaran Senayan/Ratu Plaza, dengan biaya puluhan miliar rupiah.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan, untuk revitalisasi ketiga JPO telah disiapkan anggaran sebesar Rp 56 miliar yang bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan di sekitar Jalan Jenderal Sudirman.

Rinciannya, anggaran JPO Bundaran Senayan Rp 17,4 miliar, JPO Gelora Bung Karno Rp 18,5 miliar, JPO Polda Metro Jaya Rp 19,3 miliar, dan jasa konsultan sekitar Rp 1 miliar.

Tiga JPO yang direvitalisasi di kawasan Jalan Jenderal Sudirman itu diklaim lebih modern dibanding JPO-JPO yang sudah ada sebelumnya di ibu kota.

Selain dilengkapi kamera closed circuit television (CCTV) yang terkoneksi internet, ketiga JPO akan dilengkapi lift, sollar cell, serta sangat nyaman untuk kaum disabilitas. Desain JPO ini mencerminkan semangat Jakarta sebagai kota yang maju. (wok)

 

 

Berita Terkait

Ekonomi / LPCI Bertekad Terangkan Seluruh Indonesia

Megapolitan / Manfaatkan CSR, Pugar Pusat Kuliner Suryakencana

Ekonomi / PT WHW Berdayakan Masyarakat Desa

Indobisnis / Indonesia Kembali Jadi Tuan Rumah Forum ISO 26000


Baca Juga !.