Internasional

Enam Warga Israel Ditembaki di Halte Bus

Redaktur: Indra Bonaparte
Enam Warga Israel Ditembaki di Halte Bus - Internasional

KEJI – Pelaku yang mengendarai mobil melepaskan tembakan ke arah warga di kawasan Ofra Tepi Barat. Seorang wanita muda yang sedang hamil tua terluka parah. (FOTO : ISRAEL NATIONAL NEWS)

INDOPOS.CO.ID – Kekerasan kembali terjadi di Yerusalem. Kali ini seorang warga Palestina diduga melepaskan tembakan ke sekelompok orang Israel yang sedang berdiri di sebuah halte bus dekat pemukiman Yahudi di Ofra Tepi Barat. Peristiwa penyerangan itu terjadi pada Minggu malam (9/12) waktu setempat. Pelaku melepaskan tembakan dari dalam mobil yang berjalan pelan di depan halte.

Akibat tembakan pelaku, setidaknya enam orang yang sedang berdiri di halte itu terluka, diantaranya seorang wanita berusia 21 tahun yang sedang hamil tua. Dilansir dari israelnationalnews.com dan timesofisrael.com, Senin (10/12), seorang tentara dari pasukan Israel Defense Forces (IDF) yang kebetulan sedang berjaga di dekat lokasi kejadian langsung melepaskan tembakan ke arah mobil pelaku.

Namun begitu mendapat tembakan balasan, dan mendapat tembakan balasan, pelaku langsung tancap gas kabur.

Salah seorang prajurit Israel yang tak bersedia ditulis namanya mengatakan kalau wanita yang terkena tembakan itu masih dalam kondisi kritis, dan sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Shaare Zedek di Hadassah University di Ein Karem Yerusalem.

Operasi cesar terpaksa dilakukan tim dokter terhadap wanita tersebut demi dapat menyelamatkan bayi yang sudah 7,5 bulan dikandungnya itu. Wanita itu sendiri menderita luka tembak pada bagian perut. Namun tim dokter rumah sakit menyebutkan kalau wanita bersama bayinya itu dalam kondisi stabil.

Namun Direktur Medis RS Shaare Zedek Profesor Yonatan HaLevy menegaskan kalau ibu dan bayinya itu masih ”memiliki jalan panjang sebelum mereka keluar dari bahaya.” Sedangkan Dr Alon Schwartz yang merupakan spesialis bedah di rumah sakit itu menuturkan, ketiba tiba di rumah sakit, korban dalam kondisi syok dan telah banyak kehilangan banyak darah. ”Ia memiliki luka tembak di bagian bawah perut,” ujar Schwartz.

Terkait operasi cesar yang terpaksa dilakukan pihaknya. Menurut Schwartz, pihaknya memang harus melakukan hal itu. Alasannya, seorang wanita yang tengah hamil dan kehilangan banyak darah tentu tidak dapat menyediakan cukup oksigen yang diperlukan untuk bayi dikandungannya itu.

”Dan situasi seperti ini tentu membahayakan bayi itu,” lontar Schwartz kepada Radio Angkatan Darat Israel, Senin (10/12).

Korban lain yang juga menderita luka parah diketahui dua orang pria berusia 20 tahunan yang menderita luka tembak pada paha dan kaki. Salah seorang dari pria tersebut, adalah suami dari wanita yang sedang hamil itu. Empat korban lain yang menderita luka ringan akibat terserempet peluru, seluruhnya berusia sekitar 16 tahun, terdiri dari dua pemuda dan dua pemudi.

”Tembakan dilepaskan dari sebuah kendaraan Palestina yang sedang melintas. Tembakan itu diarahkan ke arah warga Israel yang sedang berdiri di halte bus. Namun begitu prajurit kami membalas tembakan ke arah mobil (pelaku), dia berhasil melarikan diri,” jelas tentara Israel itu.

Ia menambahkan, saat ini perburuan pelaku sedang dilakukan hinga ke desa-desa di wilayah Palestina. Saat ini warga Palestina melaporkan kalau sejumlah besar pasukan IDF bergerak masuk ke kawasan Silwad, yang terletak di timur Ramallah. Di Desa Silwad, pasukan IDF menggerebek sebuah rumah yang diduga dihuni pelaku penembakan. Tentara juga memblokade jalan di kedua arah dekat pintu masuk utara al-Bireh, sebuah kota yang berdekatan dengan Ramallah.

Salah seorang saksi mata mengatakan saat kejadian para korban sedang berdiri di halte untuk menunggu angkutan umum. Saat itulah, sebuah mobil warna putih yang dikendarai dua pelaku mendekati halte bus.

Begitu berada di depan halte, pelaku yang duduk di sebelah pengemudi mobil langsung menghamburkan tembakan dari senapan mesin ringan otomatis. Prajurit IDF yang kebetulan sedang berjaga tak jauh dari halte langsung membalas tembakan sambil mengejar. ”Tapi pelakunya berhasil kabur ke arah Route 60 yang mengarah ke Palestina,” ujar saksi tersebut.

Dalam rekaman kamera CCTV yang beredar di media sosial, terlihat sebuah mobil putih bergerak lambat mendekati halte bus. Selanjutnya pelaku yang duduk di sebelah pengemudi mulai melepaskan tembakan ke arah kerumunan orang di halte itu. Saat seorang prajurit IDF mulai membalas tembakan sambil berlari mengejar, pelaku masih melepaskan tembakan sambil tancap gas untuk kabur.

Penyerangan juga pernah terjadi terhadap warga Israel. Senin (26/11) lalu seorang warga Palestina yang mengendarai mobil menabrak para tentara Israel di pos pemeriksaan Gilboa.

Akibatnya tiga prajurit IDF terluka, dan pelaku tewas ditembak tentara Israel.Penyerangan juga terjadi pada Oktober lalu ke sebuah kawasan industri Barkan. Dalam penyerangan itu, dua warga Israel tewas, dan satu orang menderita luka parah. Pelaku penyerangan yang teridentifikasi bernama Ashraf Walid Saliman Na’alwa, 23, masih dalam perburuan pasukan Israel.

Sementara itu, Presiden Reuven Rivlin menyampaikan keprihatinannya dan mengutuk aksi penyerangan itu. ”Kami prihatin dan berdoa untuk kesembuhan korban yang terluka dari serangan kriminal ini.

Termasuk seorang ibu muda yang sedang membawa kehidupan (bayi) ke tengah dunia yang seperti neraka ini. Saya juga sudah mengirim semua pasukan keamanan untuk mengejar teroris itu,” tutur Rivlin. (ant/israelnationalnews.com/timesofisrael.com)

Baca Juga


Berita Terkait

Internasional / Rakyat Palestina Kenang Mantan Presiden Mursi

Internasional / Awal Ramadan 1440 H, KNRP Kembali Tembus Gaza

Nasional / Warga London Protes Dukung Palestina

Headline / Pasukan Israel Tembak Mati Warga Palestina

Internasional / Berbagi Kebahagiaan Ramadan dengan Rakyat Palestina

Internasional / Serang Gaza saat Ramadan, PKS: Israel Biadab


Baca Juga !.