Bos Century Bebas, DPR Bungkam,

Redaktur: Juni Armanto
Bos Century Bebas, DPR Bungkam, -

Foto : Dok. INDOPOS

INDOPOS.CO.ID – Mantan bos Bank Century Robert Tantular sudah menghirup udara segar melalui proses pembebasan bersyarat sejak 25 Juli 2018. Padahal jika dihitung berdasar akumulasi vonis hakim, Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Century Mega Investindo itu sejatinya mendapat hukuman penjara 21 tahun terhitung sejak 2008 atau dihitung sejak masa penahanan di tahap persidangan. Setidaknya Robert baru bebas murni pada 2029. 

Sementara itu, Kementerian Hukum dan HAM mengklaim proses pembebasan bersyarat Robert Tantular sudah memenuhi prosedur. Pembebasan bersyaratnya diklaim melalui tahapan ketat. ”Apalagi itu terdakwa kasus korupsi. Kan itu menjadi perhatian pimpinan,” ujar Humas Kementerian Hukum dan HAM Deded kepada INDOPOS, Rabu (12/12).
Proses tersebut, lanjut dia, harus melalui tahapan sidang Tim Pemantau Pemasyarakatan (TPP) yang terdiri dari unsur kejaksaan, pengadilan dan Kemenkum & HAM. Kemudian sidang TPP dilakukan di kantor wilayah (kanwil) hingga tingkat pusat. Tentu tahapan tersebut tidak secara transparan harus diketahui publik. ”Kalau pertimbangan sudah terpenuhi, maka narapidana bisa mendapatkan pembebasan bersyarat. Dan ini prosesnya panjang,” jelasnya.
Deded menyebutkan, ada pertimbangan yang harus dipenuhi oleh seseorang untuk mendapat asimilasi. Seperti sudah menjalani dua pertiga masa hukuman, tidak melanggar peraturan selama masa penahanan dan berkelakuan baik di lembaga pemasyarakatan (lapas). ”Dia pasti mendapatkan pertimbangan baik di lapas, sampai mendapatkan haknya sebagai warga binaan. Itu hak dan kita tidak bisa pindah,” katanya. Deded menambahkan, agar bisa bebas bersyarat, seorang narapidana harus mengajukan ke kepala lapas.
Terkait pembebasan mantan bos Bank Century itu, sejumlah politikus di Senayan lebih memilih bungkam. Tak mau banyak berkomentar dari pembebasan bersyarat Robert Tantular. Anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu saat dihubungi melalui pesan singkat tidak menjawab ihwal bebasnya Robert. Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu memilih tak berkomentar.
Sama halnya anggota Komisi III dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil. Politikus asal Aceh itu pun enggan memberikan komentar apapun diminta tanggapan oleh INDOPOS mengenai bebasnya Robert yang lebih cepat dari vonis majelis hakim.
Tak menyerah, INDOPOS kemudian berusaha meminta tanggapan kepada Arsul Sani yang juga Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Politikus yang biasanya langsung merespons dengan berbagai macam isu itu pun ikut bungkam.
Sebelumnya, banyak publik tak mengetahui bebasnya mantan pemilik saham mayoritas Bank Century itu. Pengusaha itu tidak lagi mendekam di Lapas Klas 1 Cipinang setelah mendapat pembebasan bersyarat dari Kemenkum & HAM sejak 25 Juli 2018.
Kepala Lapas (Kalapas) Cipinang Andika D. Prasetya membenarkan bahwa Robert sudah bebas. Hanya, dia tidak menyebut kapan tepatnya Robert keluar dari lapas. Andika juga tidak menyebut detail alasan pemberian pembebasan bersyarat. ”Oh, (Robert Tantular, Red) sudah bebas, tahun ini (2018, Red),” ujarnya tanpa menjelaskan panjang lebar saat ditemui, Senin (10/12) malam seraya masuk ke dalam mobil. (nas/aen)

 

Berita Terkait

Nasional / DPR Uji Kelayakan Empat Hakim Agung

Nasional / Rencana Pemindahan Ibu Kota, DPR Bentuk Pansus

Politik / Panas soal Pansus Pemilu

Nasional / DPR Warning Penyelenggara Pemilu

Headline / MK Tolak Permohonan Terpidana Kasus Century


Baca Juga !.