Liga Indonesia

PSIM Terancam Tak Boleh Main di SSA

Redaktur: Riznal Faisal
PSIM Terancam Tak Boleh Main di SSA - Liga Indonesia

BERJAGA-JAGA-Aparat keamanan gabungan polisi dan TNI menghadang supporter yang coba meluapkan kekecewaan dengan bertindak anarkis.

INDOPOS.CO.ID - Bupati Bantul Suharsono geram akibat kerusuhan yang terjadi di Stadion Sultan Agung (SSA), Selasa (11/12). Menurut Suharsono, ini bukan kali pertama kerusuhan yang dilakukan pendukung PSIM.
"Waktu tanding dengan PSS juga kan rusuh," kata Suharsono pada Radar Jogja (Group INDOPOS) di gedung induk lantai tiga Parasamya, kemarin (12/12).

Jika PSIM tidak jera dengan sanksi yang telah diberikan sebelumnya, sambung dia, ada kemungkinan PSIM dilarang bermain di SSA. Suharsono benar-benar menyayangkan hal tersebut. "Dengan PS Tira saja seperti itu, apalagi dengan klub umum," sindirnya.

Dia menegaskan kalau memang suporter PSIM tidak bisa dikendalikan, PSIM terancam tak bisa bermain lagi di SSA. Menurutnya, pertandingan olahraga menjadi hiburan bagi masyarakat. Sangat disayangkan jika terjadi kerusuhan.

Kendati begitu Suharsono tetap akan melakukan evaluasi pertandingan PSIM dan PS Tira. Bersama Dikpora Bantul, dan jajaran kepolisian. Termasuk melakukan evaluasi terhadap pertandingan PSIM selanjutnya di SSA. "Pokoknya nanti kami evaluasi. PSIM kalau mau main ya harus tertib," tegasnya.

Wakil Kapolres Bantul Kompol Ahmad Nanang Prabowo mengatakan, pihaknya sudah memaksimalkan pengamanan saat pertandingan. Dia menegaskan tak ada yang bisa mengintervensi PSIM untuk tidak bermain di SSA. "Ya kan, bukan PSIM nya yang rusuh. Tapi suporternya. Itu beda tidak bisa disatukan," katanya.

Disinggung soal kerusuhan yang sudah direncanakan, Nanang menyatakan mendengar isu yang sama. Kendati begitu, dia tidak bisa memastikan hal tersebut. Lantaran belum terbukti kebenarannya. "Yang jelas, saat pertandingan itu, kerusuhan ada pemicunya," jelasnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya kerusuhan susulan, Bus milik PS Tira sementara diamankan di Polres Bantul. Sedangkan pemainnya diantarkan pulang. "Biar aman terkendali," jelasnya.

Nanang menegaskan tak ada penetapan tersangka untuk kejadian ini. Lantaran belum ada laporan dari pihak mana pun. Sebenarnya, kata dia, laporan bisa dilakukan oleh Dikpora yang menjadi pihak yang dirugikan.
Bisa juga laporan dari pihak korban, ataupun kepolisian dengan laporan kerusuhan. "Tapi ya itu, akan janggal ketika pembuat laporan malah polisi. Korbannya kan baik-baik aja," katanya. (ega/jpg)

Berita Terkait

Bola Lokal / Batal Hadapi Persib, Badai Pegunungan Mengadu ke PSSI

Bola Lokal / Ditunggu, Kolaborasi Paulo Sergio-Spaso

Bola Lokal / Atep Rizal Tepis Rumor Hijrah ke SFC

Bola Lokal / Berharap Banyak pada Yu Hyun-koo

Bola Lokal / Ada Harapan Bersama Coach Teco


Baca Juga !.