Jakarta Raya

Goncangan Tak Terasa, Sediakan Ruang untuk Penyandang Disabilitas

Redaktur: Muhammad Izzul Mutho
Goncangan Tak Terasa, Sediakan Ruang untuk Penyandang Disabilitas - Jakarta Raya

RESPONS POSITIF - Uji coba LRT di Stasiun Velodrome, Rawamangun. Foto : Nasuha/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Sorak sorai calon penumpang pun pecah, ketika bagian informasi memberikan kabar kedatangan LRT. “ Hore, hore, hore,” sorak calon penumpang uji coba LRT yang sudah tidak sabar antre di tiap gate masuk Stasiun LRT Velodrome.
Pegawai LRT Revi Aryannisa mengatakan, untuk tiba di dalam kereta penumpang harus melalui pintu screen door (PSD) yang terpasang di sepanjang rel stasiun. Jumlah PSD yang terpasang saat ini, menurutnya, berjumlah 32 buah, yang berada di sisi barat dan timur stasiun LRT Velodrome. “Kami baru operasikan 12 pintu PSD. Pintu ini dilengkapi dengan sistem keamanan yang mencegah penumpang terjepit,” ujarnya di Jakarta, Selasa (11/12).
Karena sudah tidak sabar, para calon penumpang pun mengantre di pintu (gate) masuk yang berada di sisi sebelah utara. Sebenarnya Stasiun LRT Velodrome memiliki empat gate di sisi utara dan empat gate di sisi selatan. Sejurus kemudian penumpang masuk ke LRT melalui PSD, usai gate dibuka oleh petugas. Di dalam LRT terdapat beberapa yang bisa dinikmati oleh penumpang.
Penumpang berebut untuk duduk di kursi panjang yang berada di sisi kanan dan kiri saling berhadapan. Untuk memberikan nyaman bagi penumpang berdiri, terdapat tiang besi yang dilengkapi dengan pegangan tangan yang menggantung sejajar di sisi kanan dan kiri di atas penumpang kursi duduk.
Secara visual interior LRT dan commuter line tidak jauh berbeda. Interior LRT menyediakan ruang bagi penyandang disabilitas. Sehingga disabilitas yang menggunakan kursi roda bisa langsung masuk dan tidak harus berpindah tempat duduk.
Setelah penumpang masuk, LRT berjalan dari Stasiun Velodrome menuju Stasiun Boulevard Utara. INDOPOS ikut uji coba LRT Jakarta dari Stasiun Velodrome, Rawamangun ini. Hawa dingin yang keluar dari AC cukup membuat penumpang yang penuh menjadi nyaman. Sepanjang perjalanan goncangan tidak terasa, sangat berbeda saat kita naik commuter line atau KRL.
Kecepatan LRT saat keluar dari Stasiun Velodrome menuju Stasiun Boulevard Selatan hanya 15 km/jam. Karena pada perlintasan tersebut terdapat lintasan berupa tikungan. Usai melintasi Boulevard Selatan, LRT dipacu dengan kecepatan 40 km/ jam hingga Stasiun Boulevard Utara.“Untuk sampai di Stasiun Boulevard Utara penumpang cukup membutuhkan waktu 15 menit dengan jarak tempuh 5,8 KM,” ujar perempuan kelahiran Semarang, 7 Juni 1996 ini.
Putri kedua dari dua bersaudara pasangan Teki Rinanti, 51, dan Hariyanto, 52, menuturkan, penumpang yang naik LRT pada fase uji coba ini berasal dari masyarakat yang tinggal di lintasan rute LRT, komunitas kereta api hingga beberapa stakeholder terkait.“Dari penumpang kami bisa mendapatkan masukan yang kemudian hari bisa kami gunakan sebagai dasar perbaikan layanan,” jelasnya.
Dia menyebutkan, LRT pada uji coba saat ini memiliki empat rangkaian dengan kapasitas hingga 270 orang setiap kali berangkat. Rute LRT Velodrome- Boulevard Utara memiliki stasiun LRT sebanyak lima buah. Dilengkapi ticket vending machine (TVM) yang berfungsi untuk layanan ticketing system e-money.“ Tiket e-money ini bentuk edukasi kami kepada masyarakat bahwa LRT nanti menggunakan kartu,” pungkasnya.
Sebelumnya, Humas LRT Jakarta Melisa mengatakan, dari hasil evaluasi, pengoperasian LRT Jakarta dilakukan pada Awal Februari 2019 mendatang. Beberapa persiapan terus digeber. Mulai menyiapkan layanan hingga infrastruktur di tiap-tiap stasiun. Progress-nya sudah lebih dari 91 persen. Untuk kesiapan infrastruktur di tiap stasiun sudah 98 persen. (*)

 

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / Jalan Setia Budi Tengah Ditutup hingga September 2020

Megapolitan / LRT Jakarta tak Boleh Menambah Beban APBD yang Sudah Berat

Megapolitan / Uji Coba Perdana LRT, Warga Sorak-sorai

Megapolitan / Jakpro Kaji LRT Kemayoran-Sunter

Megapolitan / Izin LRT Belum Terbit


Baca Juga !.