Internasional

Pengusaha Kanada Ditangkap di Kota Dandong

Redaktur: Indra Bonaparte
Pengusaha Kanada Ditangkap di Kota Dandong - Internasional

DITAHAN - Michael Spavor (kiri) dan mantan pemain basket legendaris AS Dennis Rodman (kanan) setiba di Bandara Internasional Beijing setelah kunjungan mereka di Pyongyang Korea Utara pada pertengahan Januari 2013 lalu. Spavor ditangkap pemerintah China menyusul penangkapan Michael Spavor di Beijing, dan petinggi Huawei Meng Wanzhou di Vancouver. (FOTO :WANG ZHAO / AFP)

INDOPOS.CO.ID – Rupanya aksi ”balas dendam” pemerintah China belum berhenti. Setelah menangkap dan menahan mantan diplomat Kanada Michael Kovrig ketika sedang mengunjungi Beijing. Kini aparat keamanan China menangkap dan menahan pengusaha Kanada bernama Michael Spavor.

Spavor yang dikenal berteman akrab dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un ditangkap karena dicurigai terlibat kegiatan yang membahayakan keamanan negara China. Dua penangkapan ini dilakukan setelah Kanada menangkap petinggi perusahaan Huawei, Meng Wanzhou yang ditangkap di Bandara Internasional Vancouver Kanada pada Sabtu (1/12) lalu, atas permintaan otoritas keamanan Amerika Serikat (AS).

Seperti dilansir AFP dan The Guardian, Kamis (13/12), Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Kanada sebelumnya mengumumkan kalau seorang warga negaranya atas nama Michael Spavor yang bekerja sebagai konsultan bisnis mendadak ”lenyap” di China. Semua nomor ponsel Spavor tak bisa dihubungi. ”Kami menyadari bahwa seorang warga negara kami, Michael Spavor saat ini menghilang di China. Hingga saat ini kami belum bisa menghubunginya.

Sampai akhirnya ada yang memberitahu kami bahwa dia sedang diperiksa otoritas China. Saat ini kami berupaya keras untuk memastikan keberadaannya. Dan kami akan terus mendesak mereka (China) untuk menyelesaikan masalah ini,” terang juru bicara Kemenlu Kanada Guillaume Berube.

Hal senada disampaikan Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland yang mengatakan, bahwa Spavor adalah warga Kanada kedua yang mendapatkan masalah di China. Menurut Freeland, pihaknya masih berupaya keras mencari keberadaannya. ”Kami terus menjalin komunikasi dengan keluarganya,” lontar Freeland.

Seperti merespon pertanyaan pihak Kanada, juru bicara Kemenlu China Lu Kang mengatakan pihak telah memberitahukan Kedutaan Besar Kanada di China terkait ”penangkapan” Spavor dan Kovrig. Kang juga memastikan bahwa hak-hak dari kedua pria tersebut akan dilindungi.

”China mengambil langkah-langkah sesuai hukum yang berlaku,” tegas Lu Kang. Namun Kang menolak menjelaskan apakah penangkapan Spavor dan Kovrig berkaitan dengan penahanan Direktur Keuangan Global Huawei Technologies Co. Ltd, Meng Wanzhou di Kanada pada awal Desember lalu.

Sedangkan kantor berita pemerintah Provinsi Liaoning China maupun South China Morning Post menyebutkan kalau Spavor sedang ”diselidiki” oleh Kementerian Keamanan Negara cabang kota Dandong sejak Senin (10/12) lalu.

”Dugaannya (Spavor) terlibat dalam aktivitas-aktivitas yang membahayakan keamanan nasional China,” tulis media pemerintah setempat.

Hal yang sama disebutkan media pemerintah China, Beijing News, terkait penangkapan mantan diplomat yang kini bekerja sebagai penasehat senior untuk organisasi Internasional Crisis Group (ICG) Michael Kovrig.

Kemenlu China mengatakan ICG tidak terdaftar di China, dan kemungkinan telah melanggar aturan LSM asing. Disebutkan pula kalau Kovrig ditangkap lantaran aktivitasnya yang ’membahayakan keamanan nasional’ China. Istilah itu biasa dipakai dalam kasus aksi spionase di China.

Untuk diketahui, Spavor yang sangat fasih berbahasa Korea mengelola sebuah organisasi sosial nirlaba bernama Paektu Cultural Exchange Programme (PCEP) dan mengambil basis di Kota Dangdong di timur laut China. Organisasi ini memfasilitasi kegiatan olahraga, tur budaya dan wisata, serta investasi bisnis, dari China dan mancanegara ke Korea Utara (Korut).

Spavor diketahui pernah tinggal beberapa bulan di Pyongyang pada 2005, dan setelahnya masih kerap mengunjungi Korut bersama tim-nya untuk mencari peluang bisnis di negeri komunis itu.

Dalam aktivitasnya, PCEP juga pernah mengatur kunjungan mantan pemain basket legendaris NBA Dennis Rodman ke Pyongyang pada 2013 dan 2014. Bahkan Presiden Korut Kim Jong-Un langsung yang menjemput Rodman dan Spavor ke Bandara Internasional Pyongyang.

Pada 2015 lalu, Spavor terlibat aktif dalam upaya menarik investor asing untuk menanamkan modalnya senilai lebih dari USD 150 juta di Kota Pelabuhan Wonsan Korut, salah satunya untuk proyek pembangunan pabrik bir senilai USD 39 juta. Di halaman media massa pemerintah sekitar lima tahun lalu, terlihat foto Spavor yang berbincang akrab dengan Jong Un.

Sedangkan di pesisir laut Kota Wanson, Spavor dan Jong Un pernah terlihat bermain jet ski bersama. Namun Spavor selalu menolak berkomentar tentang politik. Ia hanya mengatakan kalau kedekatannya dengan Jong Un dan Korut semata-mata hanya kepentingan bisnis dan budaya.

Bos Huawei Meng Wanzhou sendiri sudah dibebaskan hakim pengadilan Vancouver dengan uang jaminan sebesar 10 juta dolar Kanada atau sekitar Rp 108,9 miliar.

Namun Wanzhou diwajibkan mematuhi aturan jam malam, ia pun wajib memakai gelang elektronik pada kakinya untuk memonitor keberadaannya, serta sejumlah syarat lainnya. Wanzhou ditangkap aparat keamanan Kanada atas permintaan otoritas hukum AS dengan tuduhan pelanggaran UU Embargo terhadap Iran dan dugaan penipuan bank. (mel/rmol/ant/afp)

 

Baca Juga


Berita Terkait

Nasional / Tiba Malam Ini, Megawati Lakukan Kerja Ke China

Internasional / Tiongkok Tolak Daging Impor dari Kanada

Headline / Berpotensi Lemahkan Kedaulatan NKRI, KPK Mewanti-wanti BUMN

Internasional / Hukuman Mati Bagi LGBT Tak Berlaku

Internasional / Kaisar Akihito Lepas Takhta


Baca Juga !.