Internasional

WNI Tersangka Pembunuhan Kim Jong Nam Disidang Januari

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
WNI Tersangka Pembunuhan Kim Jong Nam Disidang Januari - Internasional

APES- Siti Aisyah dari Indonesia terjerat kasus pembunuhan di Malaysia.FOTO: AFP

INDOPOS.CO.ID - Persidangan dua tersangka membunuh saudara tiri pemimpin Korea Utara akan dilanjutkan pada Januari tahun depan. Penundaan dilakukan karena pengacara tersangka sakit pada sidang perdana Kamis (13/12/2018) di Kuala Lumpur, Malaysia.

Siti Aisyah dari Indonesia dan Doan Thi Huong dari Vietnam dituduh membunuh Kim Jong Nam dengan mengoleskan cairan pelumpuh saraf VX di wajah korban di bandara Kuala Lumpur, dalam serangan gaya ”Perang Dingin” yang mengejutkan dunia.

Kedua tersangka ini diadili pada bulan Oktober tahun lalu, delapan bulan setelah pembunuhan, tetapi prosesnya telah bergerak lambat karena banyaknya saksi, dan sidang fakta diadakan relatif jarang di bawah sistem pengadilan Malaysia.

Setelah hakim memutuskan pada bulan Agustus, kasus penuntutan cukup kuat untuk persidangan dilanjutkan. Sidang dijadwalkan akan dimulai kembali pada awal bulan ini dengan agenda sidang pembelaan Aisyah.

Tapi sidang tepaksa dimulai pada 7 Januari setelah pengacara utama tersangka dari Indonesia, Gooi Soon Seng jatuh sakit. Anggota lain dari tim pegacara, Kulaselvi Sandrasegaram, mengatakan hakim Pengadilan Tinggi di Shah Alam menetapkan tanggal baru untuk sidang.

Pada hari Kamis, tim pengacara Aisyah juga mendesak pengadilan untuk mengelar sidang. Yakni dengan memaksa jaksa agar memberi mereka beberapa pernyataan yang diambil dari berkas pemeriksaan polisi untuk yang bisa membantu meringangkan kasus mereka. Tetapi hakim mengatakan akan ada sesi khusus pada bulan Desember untuk memutuskan permintaan itu.

Para tersangka wanita itu menolak dituduh membunuh. Mereka mengklaim tertipu untuk membunuh saudara tiri dari Kim Jong Un yang diasingkan oleh agen Korea Utara tersebit. Mereka mengaku hanya melakukan adegan dalam sebuah acara reality show TV. Tapi jaksa, menyamakan pembunuhan itu dengan film "James Bond", yang berpendapat bahwa pasangan itu adalah pembunuh terlatih yang tahu persis apa yang mereka lakukan.

Berdasarkan undang-undang setempat, kedua tersangka berusia 20-an itu terancam dijatuhi hukuman mati dengan digantung jika terbukti melakukan pembunuhan. Namun pemerintah baru Malaysia telah bersumpah untuk menghapuskan hukuman mati untuk semua kejahatan.(afp)

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.