Pegolf Swedia- Thailand  Berebut Gelar Indonesia Masters

INDOPOS.CO.ID – Pegolf Swedia Henrik  Stenson bersaing ketat  dengan Poom Saksansin ( Thailand)  dalam perburuan gelar di BNI Indonesian Masters 2018 pada laga pamungkas hari ini   Minggu (16/12/2018) di Royale Jakarta Golf Club (RJGC), Pondok Gede,  Jakarta Timur.

”Memang cukup berat. Saksansin fantastik, tapi saya akan berusaha bermain baik, terutama mengantisipasi angin dan juga kondisi padang golf. Begitu menemukan gaya yang mumpuni, saya akan bermain agresif,” kata  Stenson. Stenson menyebut, kesulitan terbesar selama tarung di BNI Indonesian adalah cuaca. Terutama angin yang sangat kencang. Sehingga ia perlu mempertimbangkan matang-matang pukulannya agar dapat melontar bola pada posisi yang diinginkan demi produksi birdie.

Baca Juga :

BNI Miliki Direktur Keuangan Milenial

Dari ayunan stik golfnya, kiprah Stenson juga tergolong manis. Di 3 putaran, ia mengoleksi  empat pukulan di bawah par sehingga total catatkan 13-under 203 pukulan. Kiprah Stenson juga tak kalah menarik.  Di putaran , ia buat 5-under, dilanjutkan dengan 5-under.

Selain mempersiapkan diri secara teknik, Stenson mengaku harus juga mempertimbangkan strategi sesuai dengan kondisi cuaca di JRGC. Hal serupa juga diungkap Saksansin, yang buat kali kedua beriringan dengan Stenson.

Baca Juga :

Danny Masrin  Tak Gentar Hadapi Pegolf Dunia

Permainan luar biasa diawali Saksansin dengan meraup  67 pukulan atau 5 pukulan di bawah par (6-under  67). Torehan itu kian spektakular ketika di hari ke-2 ia borong  9-under 63 sehingga total 14-under 130. Ia pun memimpin leaderboard sendirian.

Posisi itu dipertahankan Saksansin setelah di  putaran 3 ajang berhadiah total USD 750.000 itu, meski Sabtu (15/12), ia hanya menoreh 2-under.  ”Tak ada strategi khusus. Saya pelihara mood saya dengan selalu berbahagia. Tapi, memang di sini angin sangat berpengaruh,” kata Saksansin yang berusia 22 tahun itu.

Pada bagian lain, Indonesia sebagai tuan rumah  Indonesian Masters juga gelontorkan kisahnya. Adalah Danny Masrin yang menjaga citra tuan rumah. Ia jadi satu-satunya pegolf lokal yang terobos fase cut off, setelah bukukan event atau sesuai par, 144 pukulan.

”Saya akan istirahat jelang putaran final. Saya ingin benar-benar rileks tak memikirkan golf buat sementara. Tapi, saya sudah punya game-plan dan strategi akan disesuaikan dengan kondisi,” tutur Danny. (bam)

 

Komentar telah ditutup.